Friday, 6 October 2017

10 Perilaku Ahlaq Utama Seorang Muslim

Di antaranya adalah: 
1. Jujur. 
2. Amanah. 
3. Menjaga kehormatan. 
4. Malu. 
5. Berani. 
6. Dermawan / murah hati. 
7. Setia. 
8. Menjauhkan diri dari semua yang diharamkan Allah. 
9. Baik kepada tetangga. 
10. Membantu orang yang membutuhkan sesuai kemampuan. 
Dan lain sebagainya, dari akhlak yang diajarkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Monday, 2 October 2017

Contoh Amalan Amalan Yang Bisa Mendatangkan Syafaat di Hari Kiamat

Syafaat adalah hal besar yang diharapkan seorang mukmin dihari kiamat kelak. Syafaat adalah pertolongan dari Allah dan RasulNya ketika kita mengalami kesulitan di akhirat kelak. Syafaat itu bisa berbentuk bertambahnya catatan amal kebaikan maupun dihindarkan dari siksa neraka kelak. dan suatu yang tidak diragukan lagi dari sebab terbesar dan paling utama utama untuk mendapatkan syafaat adalah memurnikan tauhid dan keikhlasan kepada Allah SWT serta memurnikan al-ittibaa' (mengikuti dan meneladani) petunjuk Rasulullah saw

Selain itu, dalam hadits-hadist yang shahih Rasulullah saw menyebutkan beberapa amalan shalih yang bisa menjadi sebab untuk mendapatkan syafaat pada hari kiamat nanti, di antaranya:

1. Membaca al-Qur'an dengan merenungi kandungan maknanya. Seperti riwayat dari Abu Umamah al-Bahili ra bahwa Rasulullah saw bersabda,

اِقْرَؤُا اْلقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ
"Bacalah al-Qur'an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur'an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia)." ) Hadits shahih riwayat Muslim (no. 804).

2. Memperbanyak sujud (shalat-shalat sunnah setelah melaksanakan shalat-shalat yang wajib).

عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ ، عَنْ خَادِمٍ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يَقُولُ : أَلَكَ حَاجَةٌ ؟ حَتَّى كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، حَاجَتِي ، قَالَ : وَمَا حَاجَتُكَ ؟ قَالَ : حَاجَتِي أَنْ تَشْفَعَ لِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، قَالَ : وَمَنْ دَلَّكَ عَلَى هَذَا ؟ قَالَ : رَبِّي ، قَالَ : فَأَعِنِّي بِكَثْرَةِ السُّجُودِ.

"Dari Ziyad bin Abi Ziyad dari seorang pelayan laki-laki atau wanita , Rasulullah saw berkata : Pada suatu hari Rasulullah saw bertanya : "Apa kamu memiliki keperluan?", Dia menjawab: Aku memiliki keperluan. Lalu Rasulullah bertanya : "Apa keperluanmu?, Dia menjawab :"Keperluanku adalah agar engkau (wahai Rasulullah saw) memberi syafaat bagiku pada hari Kiamat." Maka, Rasulullah saw bersabda, "Bantulah aku (untuk keperluanmu itu) dengan memperbanyak sujud (shalat-shalat sunnah)." ) Ahmad (3/500), dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Ash-Shahiihah (no. 2102).

3. Banyak berpuasa, baik yang wajib maupun yang sunnah/ anjuran. Seperti dalam riwayat dari 'Abdullah bin 'Amr bin 'al-'Ash ra bahwa Rasulullah saw bersabda :

الصِّيَامُ وَ اْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَقُوْلَ الصِّيَامُ : رِبِّ إِنِّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّرابَ بِالنَّهَارَ فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ رَبِّ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، فَيَشْفَعَانِ.

"Puasa dan al-Qur'an akan memberikan syafaat pada hari kiamat bagi seorang hamba (yang mengamalkannya). Puasa berkata, 'Wahai Rabb-ku, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.'. (Bacaan) al-Qur'an (juga) berkata, 'Wahai Rabb-ku, aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.'" Rasulullah r bersabda, "Maka, keduanya pun diizinkan memberi syafaat." ) Imam Ahmad (2/174), Abu Nu'aim dalam Hilayatul Auliyaa' (8/161) dan al-Hakim (1/740), dari dua jalur yang saling menguatkan. Hadits ini dinyatakan shahih oleh al-Hakim, disepakati oleh adz-Dzahabi, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Tamaamul Minnah (hal. 394).(

4. Tinggal di kota Madinah Al Munawwarah, bersabar atas kesusahannya dan meninggal dunia di sana.

Ini disebutkan dalam beberapa hadits shahih diantaranya apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda :
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَفْعَلْ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا

"Barangsiapa yang mampu meninggal di Madinah maka lakukanlah, karena sesungguhnya aku akan memberikan syafaat bagi mereka yang meninggal di dalamnya." ) Di antaranya hadits shahih riwayat Muslim (no. 1374 dan 1377), juga hadits riwayat at-Tirmidzi (no. 3917), Ibnu Majah (no. 3112), Ahmad (2/74) dan Ibnu hibban (no. 3741), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban dan al-Albani.

5. Membaca shalawat kepada Rasulullah saw dan meminta al-wasiilah untuk beliau (seperti yang diucapkan pada doa setelah mendengar azan selesai dikumandangkan).

Seperti dalam hadist yang shahih dari Abdullah bin Amr bin 'Ash t berkata, Rasulullah r bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
"Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bershalawatlah kalian kepadaku, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah I akan membalasnya sepuluh kali kepadanya, kemudian mintalah kepada Allah I wasilah untukku, karena sesungguhnya ia itu adalah kedudukan yang tinggi di surga, yang tidak pantas (ditempati) kecuali oleh seorang hamba dari para hamba-hamba Allah I. Dan aku berharap akulah hamba tersebut. Barangsiapa yang memohon wasiilah untukku, maka dia berhak (mendapatkan) syafaatku." (Shahih mukhtashar Muslim no : 198, Muslim 1/288, Aunul Ma'bud 2/225 dan selainnya).

6. Jenazah yang dishalatkan oleh empat puluh orang ahli tauhid. Dari Abdullah bin 'Abbas ra beliau berkata, "Sungguh aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ
"Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali Allah akan menerima/ mengabulkan syafaat mereka terhadapnya." (Muslim 2242)

nah itu dia amalan amalan yang bisa mendatangkan syafaat semoga kita termasuk orang yang mengamalkannya.
sumber : darussunah.com

Sunday, 1 October 2017

Apa Sebenarnya Tujuan PKI Melakukan Pemberontakan?

Hari ini 30 September mengingatkan kita pada sebuah peristiwa bersejarah Gerakan 30 September S PKI. 
berikut ini adalah tujuan PKI melakukan  pemberontakan :
1.  Bahwa Gerakan 30 September adalah perbuatan PKI dalam rangka usahanya untuk merebut kekuasaan di negara Republik Indonesia dengan memperalat oknum ABRI sebagai kekuatan fisiknya, untuk itu maka Gerakan 30 September telah dipersiapkan jauh sebelumnya dan tidak pernah terlepas dari tujuan PKI untuk membentuk pemerintah Komunis.

2.  Bahwa tujuan tetap komunis di Negara Non Komunis adalah merebut kekuasaan negara dan mengkomuniskannya.

3.  Usaha tersebut dilakukan dalam jangka panjang dari generasi ke generasi secara berlanjut.
a
4.  Selanjutnya bahwa kegiatan yang dilakukan tidak pernah terlepas dari rangkaian kegiatan komunisme internasional. Inti dari semua itu adalah Membentuk indonesia sebagai negara komunis seperti cina dan rusia,