Monday, 21 May 2018

Hadits nabi muhammad yang melarang terorisme atau memerangi kafir tak bersalah

"Barangsiapa
mengganggu
seorang kafir
dzimmi, maka
sungguh ia
mengganggu saya,
dan barangsiapa
mengganggu saya,
maka sungguh ia
mengganggu
Allah." (Riwayat
Thabarani)

"Barangsiapa
mengganggu
seorang kafir
dzimmi, maka
saya adalah
musuhnya, dan
barangsiapa
memusuhi saya,
maka akan saya
musuhinya nanti
di hari
kiamat." (Riwayat
al-Khatib)

"Barangsiapa
berlaku zalim
kepada seorang
kafir 'ahdi, atau
mengurangi
haknya, atau
memberi beban
melebihi
kemampuannya,
atau mengambil
sesuatu
daripadanya
dengan niat yang
tidak baik, maka
saya adalah
pembelanya nanti
di hari
kiamat." (Riwayat
Abu Daud)

--
ttd.


M. Alie Marzen

Sunday, 13 May 2018

10 Perkara Yang Sia-Sia Bila Dikerjakan Dan Menimbulkan Dosa Tanpa Sadar



Waktu adalah pedang kata nabi. barangsiapa tidak bisa memanfaatkan dengan baik waktu yang singkat ini akan membinasakan manusianya, entah dunia dan akhiratnya. Karena waktu yang digunakan sia sia pasti bernilai dosa sedangkan dosa pasti ada balasannya yang setimpal baik dunia maupun ahirat. berikut ini adalah amalan sia sia yang seharusnya tidak dikerjakan orang orang beriman karena perilaku dibawah ini selain tidak bermanfaat akan menimbulkan banyak dosa, naudzubillah.

1.  Ilmu yang tidak diamalkan 

2.  Ibadah yang sia-sia karena dilakukan tidak ikhlas dan tidak mengikuti apa yang diajarkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم 

3.  Harta yang tidak diinfakkan, padahal orang yang mengumpulkannya tidak dapat menikmati perbendaharaan ini untuk selama-lamanya di dunia dan tidak pula dapat dipersembahkan ke hadapan Allah عزّوجلّ di akhirat kelak

4.  Hati yang kosong dari kecintaan kepada Allah سبحانه و تعالى, kerinduan terhadap-Nya, dan kenyamanan ketika berada di dekat-Nya

5. Anggota badan yang tidak dipergunakan untuk melakukan ketaatan kepada Allah عزّوجلّ 

6.  Cinta yang tidak terikat dengan keridhaan Allah سبحانه و تعالى dan tidak terkait dengan pelaksa-naan perintah-Nya

7.  Waktu tidak yang digunakan untuk meraih kebaikan dan kedekatan kepada Allah عزّوجلّ 

8.  Pikiran yang memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat

9.  Melayani siapa saja yang tidak membuat Anda bertambah dekat dengan Allah سبحانه و تعالى, juga tidak menghasilkan kebaikan bagi dunia Anda

10. Merasa takut dan menaruh harap kepada sesama manusia


Sepuluh hal ini bukanlah pembatasan, masih banyak aktivitas kaum muslimin yang tidak bermanfaat bahkan bisa menjadi bumerang.

Sumber kitab Al-Fawaid hlm. 153, Ibnul Qayyim, tahqiq: Hisyam bin Muhammad Sa'id

PENJELASAN MATERI



1. ILMU YANG TIDAK DIAMALKAN

Amalan adalah buah dari ilmu. Seorang yang berilmu tidak dikatakan berilmu yang sesungguhnya sampai dia mengamalkan apa yang dimilikinya. Sangat banyak dalil yang menunjukkan perintah mengamalkan ilmu yang kita miliki. Di antaranya:

Allah عزّوجلّ berfirman:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ 

Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS al-Fatihah [1]: 6-7)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang punya ilmu tetapi tidak beramal, sungguh dia telah menyerupai kaum Yahudi yang mendapat murka dari Allah عزّوجلّ. Sebaliknya, orang yang beramal tetapi tanpa ilmu, sungguh dia telah menyerupai kaum nasrani yang telah tersesat. Allah عزّوجلّ tidak menghendaki semua ini, bahkan kita diperintah untuk selalu memohon petunjuk jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang telah diberi nik-mat dengan mewujudkan ilmu dan amal, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dari kalangan Yahudi atau jalan orang-orang Nasrani yang tersesat.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

"Barangsiapa  yang  Allah  kehendaki  kebaikan, maka akan Allah pahamkan dia dalam agama."1

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله, ketika mengomentari hadits di atas, menuturkan, "Maksud keutamaan dalam hadits ini adalah berilmu yang mengharuskan dia beramal. Jika yang dimaksud hanya sekadar berilmu saja, maka hadits ini tidak menunjukkan bahwa orang yang paham dalam agama mendapat kebaikan."2

Al-Qur'an dan Sunnah telah memberikan ancaman keras bagi orang tidak beramal padahal dia punya ilmu, atau dia mengajak kebaikan dan beramal tetapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya. Sungguh ini adalah perkara yang tidak bermanfaat sama sekali. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan ancaman keras tersebut adalah:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ 

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (QS al-Baqarah [2]: 44)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا تَزُولُ قَدِمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ؟ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ؟ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَفْلاَهُ؟ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ؟  وَعَنْ عَلِمهِ مَاذَا عَمِلَ فِيه؟ِ

"Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari Kiamat hingga ditanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa digunakan, hartanya dari mana didapat dan ke mana disalurkan, serta ilmunya apa yang ia perbuat."3

Abu Darda' رضي الله عنه mengatakan, "Aku khawatir pada hari Kiamat nanti Allah akan memanggilku di hadapan para makhluk seraya mengatakan, "Wahai Uwaimir, apa yang engkau kerjakan terhadap ilmu yang engkau punya?"

Khathib al-Baghdadi رحمه الله berkata, "Aku wasiatkan kepadamu, wahai penuntut ilmu, untuk mengikhlaskan niat ketika belajar, mengorbankan jiwa untuk mengamalkan tuntutan ilmu tersebut, karena ilmu ibarat pohon dan amalan adalah buahnya. Tidaklah orang itu dianggap alim bila tidak mengamalkan ilmunya. Janganlah engkau lupa beramal selama engkau bergelut dengan ilmu, tetapi gabungkanlah keduanya, ilmu dan amal. Sedikit dari ilmu dan disertai sedikit dari amalan lebih selamat dampaknya. Maksud dari ilmu adalah untuk diamalkan, sebagaimana maksud dari beramal adalah menggapai keselamatan, apabila dia meremehkan beramal dari ilmunya, maka itu akan membawa petaka bagi pemiliknya. Kita berlindung kepada Allah سبحانه و تعالى dari ilmu yang membawa petaka, mewariskan kehinaan yang menjadi harta curian bagi pemiliknya."4
-------------------------------------------------------------------------------
1.     HR Bukhari: 71, Muslim: 1037
2.     Miftah Dar as-Sa 'adah 1/65
3.     Lihat ash-Shahihah no. 946
4.     Iqtidha' al-'Ilmi al-'Amal hlm. 18



2. AMALAN YANG DILAKUKAN TIDAK IKHLAS DAN TIDAK MENGIKUTI APA YANG DIAJARKAN RASULULLAH صلى الله عليه وسلم

Syarat agar sebuah amalan berbuah manis— atau dengan kata lain: diterima oleh Allah—ada dua: Pertama: ikhlas. Kedua: mencontoh Nabi صلى الله عليه وسلم.

Sangat banyak dalil yang menerangkan dua syarat ini, di antaranya Allah عزّوجلّ berfirman:

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً 

Supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. (QS al-Mulk [67]: 2)

Fudhail bin Iyadh رحمه الله menafsirkan ayat di atas dengan perkataannya, "Maksud ayat ialah yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan syari'at." Kemudian ditanyakan kepadanya, apa yang dimaksud dari paling ikhlas dan paling sesuai dengan syari'at. Beliau menjawab, "Sesungguhnya amalan apabila ikhlas tetapi tidak sesuai dengan syari'at maka tidak diterima, demikian pula apabila sesuai dengan syari'at tetapi tidak ikhlas maka tidak diterima, sampai amalan tersebut ikhlas dan sesuai dengan syari'at."1

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak termasuk urusan kami maka tertolak."2

Berkata al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hambali رحمه الله, "Hadits ini secara kontekstual menunjukkan bahwa setiap amalan yang tidak ada perintah syar'i di dalamnya, maka amalan tersebut tertolak. Sebaliknya dapat dipahami pula bahwa setiap amalan yang ada perintahnya maka amalan tersebut diterima, maksud perintah di sini adalah agama dan syari'atnya."3

Maka sangat merugi dan tidak berguna sama sekali amalan yang tidak ikhlas dan tidak mencontoh Nabi صلى الله عليه وسلم. Perhatikanlah, wahai saudaraku seiman.
--------------------------------------------------------------------------------
1.     Madarij 'Ubudiyyah hlm. 26
2.     HR Muslim: 1718
3.     Jami' al-'Ulum wal Hikam 1/177


3. HARTA YANG TIDAK DIINFAKKAN DI JALAN ALLAH TA'ALA

Ketahuilah, harta hanyalah titipan dari Allah عزّوجلّ yang akan diminta pertanggungan jawabnya. Berdasarkan hadits yang telah berlalu: "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari Kiamat hingga ditanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa digunakan, hartanya dari mana didapat dan ke mana disalurkan, serta ilmunya apa yang ia perbuat."1

Sudahkah kita merenungi dan bertanya pada diri kita masing-masing tentang harta kita, dari mana didapat dan ke mana disalurkan?? Apakah kita mendapatkannya dari cara yang halal ataukah yang haram?? Lantas ke manakah harta kita disalurkan?

Renungkanlah nash-nash berikut ini yang memberikan ancaman yang sangat keras bagi orang   yang   mempunyai   harta   tetapi   tidak menunaikan hak yang semestinya. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ . يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لأنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ 

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS at-Taubah [9]: 34-35)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Tidaklah seseorang meninggal dunia kemudian dia meninggalkan kambing, unta, atau sapi yang dia tidak menunaikan zakatnya kecuali hewan tersebut akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan yang lebih besar, hingga hewan itu menginjaknya dan menusuk dengan tanduknya hingga Allah memutuskan perkaranya di antara manusia."2
-------------------------------------------------------------------------------
1.     HR Tirmidzi: 2416, Abu Ya'la dalam Musnad-nya 2/254, Thabarani dalam Mu'jam Kabir 1/48/1. Lihat ash-Shahihah no.946
2.     HR Bukhari: 1337, Muslim: 988


4. HATI YANG KOSONG DARI KECINTAAN KEPADA ALLAH, KERINDUAN TERHADAP-NYA, DAN KENYAMANAN KETIKA BERADA DI DEKAT-NYA

Orang yang beriman adalah yang hatinya selalu terikat dengan Allah عزّوجلّ. Relung hatinya dipenuhi rasa cinta kepada-Nya. Dengan rasa cin-ta ini, dia akan merasakan manisnya iman dan akan selalu melaksanakan ibadah dengan baik dan selalu menjauhi larangan-Nya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

"Ada tiga perkara yang jika terdapat pada diri seseorang maka dia akan mendapati manisnya iman: jika dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada selain keduanya, jika dia mencintai seseorang tidak lain karena Allah, jika dia beci kembali pada kekafiran setelah Allah menyelamatkan darinya sebagaimana dia beci untuk dilemparkan ke dalam neraka."1
--------------------------------------------------------------------------------
1.     HR Bukhari: 16, Muslim: 43


5. ANGGOTA BADAN YANG TIDAK DIPERGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN KETAATAN KEPADA ALLAH

Setiap amalan yang kita kerjakan di dunia ini akan ditanya oleh Allah صلى الله عليه وسلم pertanggungjawabannya. Semua anggota badan kita akan bersaksi atas apa yang kita amalkan. Allah سبحانه و تعالى berfirman:

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 

Pada hari (ketika), lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS an-Nur [24]: 24)

Sadarlah, wahai saudaraku, atas nikmat anggota badan yang kita miliki. Bersyukurlah atas pemberian Allah عزّوجلّ ini tatkala sebagian manusia tidak menyadarinya, bahkan mereka menggunakan nikmat ini dalam perkara yang tidak bermanfaat dan ketakwaan. Mereka tidak menggunakan lisan mereka untuk membaca al-Qur'an, atau berbicara kebaikan!! Justru malah sebaliknya, mereka pakai untuk perkara-perkara yang haram seperti menggunjing, namimah (adu domba), dusta!! Kaki mereka pakai untuk berjalan ke tempat maksiat, mata untuk memandang yang haram, dan seterusnya. Allah Musta'an ... tentu ini adalah perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat.


6. CINTA YANG TIDAK TERIKAT DENGAN KERIDHAAN ALLAH DAN TIDAK TERKAIT DENGAN PELAKSANAAN PERINTAH-NYA

Cinta yang menghalangi ibadah kepada Allah عزّوجلّ, atau cinta buta hingga membutakan hati dan akal sehat sehingga membawanya terjatuh pada keharaman Allah berupa zina!! Atau cinta kepada sesama jenis. Semua ini adalah tercela dan tidak berguna!

Gelora cinta yang membara semacam ini bisa membawa pada murka dan laknat dari Allah عزّوجلّ. Kecintaan semacam inilah yang mendatangkan murka Allah kepada kaum Luth. Allah سبحانه و تعالى berfirman:

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ 

(Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)." (QS al-Hijr [15]: 72)


7. WAKTU YANG TIDAK DIMANFAATKAN MERAIH KEBAIKAN DAN KEDEKATAN KEPADA ALLAH

Orang yang semacam ini adalah orang yang merugi, tidak berguna dan tidak meraih manfaat. Sungguh al-Qur'an dan Sunnah telah banyak berbicara tentang urgensi waktu. Allah سبحانه و تعالى telah menyebutkan bahwa waktu adalah nikmat yang besar, ladang untuk menuai kebaikan. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS al-'Ashr [103]: 1-3)

Imam Hasan al-Bashri رحمه الله berkata, "Tidaklah berlalu sebuah hari bagi seorang anak Adam kecuali hari itu akan berkata padanya, 'Hai anak Adam, aku adalah harimu yang baru, dan apa yang engkau kerjakan untukku akan menjadi saksi. Apabila aku telah pergi, aku tak akan kembali lagi, kerjakanlah sesukamu dengan segera dan engkau akan menjumpainya di hadapanmu, dan akhirkanlah sesukamu maka dia tidak akan kembali kepadamu. "1
--------------------------------------------------------------------------------
1.     Aina Nahnu min Haula' 2/16, Abdul Malik al-Qashim


8. PIKIRAN YANG MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

Tanda bagusnya agama seseorang adalah dengan meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya."[1]

Memikirkan sesuatu yang tidak bermanfaat contohnya seperti "Siapakah yang menciptakan Allah?", "Apakah alam akhirat akan hancur dan digantikan kehidupan yang baru?" semua ini harus ditinggalkan agar hati menjadi tenang dan tenteram.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله mengatakan, "Pokok bagusnya ketenangan jiwa adalah dengan menyibukkan diri dalam perkara yang bermanfaat. Dan hancurnya jiwa adalah dengan tenggelam dalam perkara yang tidak bermanfaat." [2]
-------------------------------------------------------------------------------
1.     Hadits hasan. Lihat Jami' al-'Ulum wal Hikam 1/287
2.     Al-Fawaid hlm. 177


9. MELAYANI SIAPA SAJA YANG TIDAK MEMBUAT ANDA BERTAMBAH DEKAT DENGAN ALLAH, JUGA TIDAK MENGHASILKAN KEBAIKAN BAGI DUNIA ANDA

Menyenangkan sekali jika punya teman yang bisa membantu kita dalam taqarrub (pendekatan diri) dan ketaatan kepada Allah سبحانه و تعالى. Sehingga ketika kita melayani dan membantunya juga akan dengan senang hati. Akan tetapi, sangat merugi jika teman atau sahabat yang kita layani dan kita bantu adalah orang yang jelek, tidak bisa membantu semakin dekat kepada Allah dan juga tidak berguna untuk kebaikan dunia. Maka hendaknya teman seperti ini ditinggalkan. Buktinya, dalam memilih istri saja kita diperintah mencari istri yang baik yang dapat membantu dalam perkara dunia dan ketaatan kepada Allah عزّوجلّ. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِيْنُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَدِيْنِكَ خَيْرٌ مَااكْتَنَزَ النَّاسُ

"Istri yang shalihah yang membantumu dalam perkara duniamu dan agamamu adalah sebaik-baiknya simpanan yang dimiliki manusia."1

Oleh karena itu, wahai saudaraku, jauhilah teman atau siapa pun yang jelek yang tidak bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita.
--------------------------------------------------------------------------------
1.     HR Baihaqi. Hadits shahih. Lihat Shahih al-Jami': 4285


10.MERASA TAKUT DAN MENARUH HARAP KEPADA ORANG YANG UBUN-UBUNNYA DI TANGAN ALLAH

Rasa takut dan harap kita hanyalah kepada Allah. Karena, Dialah yang Mahasempurna, Dialah yang berhak kita harapkan bantuan dan pertolongannya. Adapun selain Allah سبحانه و تعالى, semuanya adalah makhluk yang lemah, tidak bermanfaat sedikit pun. Hanyalah takut dan berharap kepada Allah عزّوجلّ yang bisa mendatangkan manfaat. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ 

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabbnya ada dua surga. (QS ar-Rahman [55]: 46)

Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata, "Yaitu orang yang takut ketika menghadap Rabbnya, takut akan hukum Allah عزّوجلّ, maka dia menahan nafsunya, hingga dia kembali menuju ketaatan kepada Rabbnya maka tempat kembalinya adalah surga."1

Adapun takut kepada selain Allah عزّوجلّ hanya mendatangkan penyesalan dan kerugian. Yaitu perasaan takut kepada selain Allah سبحانه و تعالى dari bangsa patung, thaghut, setan, dan lain-lain. Perasaan takut semacam ini adalah takut yang salah; firman-Nya:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ 

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. (QS az-Zumar [39]: 36)

Allahu A'lam


Download Ebook Kunci Kebahagiaan Karya Ibnul Qoyyim



Penults:

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Penerjemah:

Abdul Hayyie al-Katani, dkk

Penyunting:

Harlis Kurniawan S.S.

M. Khairuddin Rendusara. SHi

Habibullah Rasidin, Lc, SE.

Desain Sampul:

Edo Abdullah

Perwajahan Isi & Penata Letak:

Ahmad Shofyan

Penerbit:

Po. Box. 8731/JKSKB Jakarta 12830. Telp:

(21)      87781922, 70832129 Fax: (021) 87781922, e-mail: akmed@cbn.net.id



DOWNLOAD EBOOK


Tuesday, 24 April 2018

Berapakah Jumlah Total Kekayaan Qorun / Karun


Masih ingatkah anda tntang kisah qorun yang merupakan manusia terkaya sedunia pada zaman nabi musa alaihissalam. Pada awalnya qorun adalah sorang yang miskin papa akan tetapi rajin ibadah kemudian memohon kepada nabi musa as. supaya diberi kekayaan. Benar saja, doa nabi  musa terkabul dan qorun menjadi kaya dan semakin kaya melimpah ruah hartanya tapi hal itu malah membuat dia kufur kepada Allah dan menyombongkan diri dan tak mau membayar infaq ataupun sedekah meski sepeser kepada orang orang tidak mampu. Malah semakin menyakiti hati ketika ia pamer kekayaan dihadapan orang miskin. Qorun pernah menjadi orang terkaya dibumi akan tetapi karena kekufurannya ia ditenggelamkan oleh Allah kedalam bumi bersama seluruh kekayaannya tanpa sisa sebutir perakpun. Yang tersisa hanya rumahnya yang reot kala ia masih rajin ibadah dan mengemis ngemis kaya kepada nabi musa as. Ambil hikmahnya saudaraku bahwa kekayaan adalah ujian jika tidak kuat mengemban amanah dari Alloh berupa harta maka akan menjadi orang kufur kepada Allah seperti karun atau qorun. mungkin itulah asal mula harta karun jadi artinya berburu harta milik karun yang jauh terpendam kedasar bumi. Entah sampai sekarang kemana itu jasad qorun dan seluruh hartanya tidak ada seorang pun yang mampu menemukannya jika Allah sudah berkehendak untuk membinasakan. 

Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian jika miskin kita harus sabar dan berusaha jika kaya kita jangan sampai lupa bersyukur dan bersedekah dan jangan sampai lupa diri. Ingatlah kekayaan itu tidak bisa dibawa mati kecuali apa yang telah kita sedekahkan. Kekayaah juga tidak akan bisa memperpanjang umur manusia, malah kebanyakan umur manusia jadi pendek karena terlalu stress mikirin hartanya jadi stroke jantungan dan sebagainya.

Berapakah kekayaan qorun? Banyak orang bertanya saya.  akan jawab secara estimasi saja.. Bayangkan Kekayaan qorun  seperti gunung emas
Berat gunung kira2 10 juta ton, sama  dgn 10 triliun gram.
Jika 1 gr emas harganya 500 ribu maka kekayaan dia diperkirakan 5 juta triliun. Atau 5000 Kali kekayaan bill gates.. Jika Lamborghini harganya 10 miliar kekayaan qorun bisa membeli  500 juta biji Lamborghini..  Atau beli rumah vila 10 miliar  unit jika  harganya 500 jutaan.. Bayangkan jumlah penduduk bumi Saat ini hanya 7 milyar. 

Lalu kalau beli avanza dapat berapa biji hehehe... tidak terhingga biji. avanza yang rata rata 150 jutaan kalau seluruh kekayaan qorun itu setara dengan 33.333.333.333 unit atau 33,3 Milyar Unit avanza mungkin dunia gak akan muat buat naruh mobil avanza qorun yang sebanyak itu hehe..

Lalu ada lagi bocah yang tanya kalau buat beli motor ninja dan KLX yang keren2 itu dapat berapa biji pak? kalau ninja 250 itu harganya 50 jutaan maka si Qorun bisa membeli 100 Milyar Unit Ninja 250, harga KLX yang 25 jutaan qorun bisa membeli 200 Milyar Unit motor trail kawasaki ini. mungkin bocah itu tak tahu angkanya  besar seperti itu dunia takkan muat untuk parkir semua motor milik Qorun.

Atau Beli HP supermahal samsung galaxy s9 yang sepuluh jutaan dapat berapa biji? Qorun bisa membeli HP smartphone seperti itu sebanyak 500 Milyar Unit. Gak bisa dibayangkan banyaknya mungkin sebesar gunung tertinggi dibumi. 

Ya kita sering lihat orang gaya gayaan pake mobil avanza pake motor ninja sok sok an pake motor klx cbr dsb itu belum ada setitik jarum dari kekayaan qorun. tapi alangkah buruknya ketika kekayaan yang dimiliki menjadikan manusia kufur dan menyombongkan diri.

Pantas kalau dibilang tidak  akan habis dimakan sampai hari kiamat jika qorun punya anak cucu. Manusia saja sekarang ini jumlahnya 7 milyar kalau misal semua kekayaan qorun dibagikan maka setiap orang dapat 714 juta tidak akan ada orang miskin lagi semua orang bisa membeli rumah dan juga mobil dengan uang segitu. 

Monday, 2 April 2018

Download Ebook Hakikat Kufur Dan Bidah Oleh Syeh Al bani

Buku inibadalah salah satu karya ulama ternama dari arab saudi yaitu syeh albani. Untuk mendownload klik tautan dibawah ini



Saturday, 31 March 2018

design


Thursday, 29 March 2018

Quotes Islami : Pacaran Dipuji Jomblo Dihina

Mungkin ini adalah quotes sindiran terbaik saat ini karena begitu banyak kasus perzinaan akibat pacaran yang menjadi tren. Bahka anak ingusan sd pun sudah kenal pacaran. 

Doa Ketika Terhimpit Hutang Atau Kesulitan Membayar Hutang

Bacalah sesudah sholat... klik untuk perbesar gambar

Doa dan jawaban ketika Bersin Sesuai Sunah Rasul SAW

Klik untuk perbesar

Wednesday, 28 March 2018

Hasil Google "Murid Sableng Sebab Gurunya Gendeng"

Gambar Silsilah Keturunan Nenek Moyang Nabi Muhammad SAW

Sunday, 25 March 2018

Download Ebook Hadits Sebagai Landasan Akidah Dan Hukum


EBOOK ini berisi penjelasan tentang pokok landasan umat islam yang kedua yaitu hadits rasulullah saw yang dijelaskan oleh syaikh albani



Download Ebook Fatwa Tentang Ibadah Puasa Ramadhan

Ebook ini adalah fatwa  bulan ramadhan oleh ulama asal arab saudi yaitu syeih bin baz ebook ini bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahui hal hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat dibulan ramadhan.


Friday, 23 March 2018

Download Ebook Ensiklopedi Fatwa Oleh Syeh Albani



Ebook ini adalah kumpulan fatwa fatwa yang ditulis oleh syaikh nasrudin albani 


DOWNLOAD EBOOK


Wednesday, 21 March 2018

Ayat Perlindungan Fitnah Dajjal Al Kahfi 1 - 10

Dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

"Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." (HR. Muslim)


Gambar diklik untuk perbesar

Tuesday, 20 March 2018

Quotes Islam "Ketika Kesabaran Tak Lagi Berguna"

Saturday, 17 March 2018

Download Ebook Kumpulan Ayat Ayat Untuk Ruqyah dari Alquran dan Hadits



Alhamdulillah akhirnya PDF ini bisa selesai juga setelah terkatung – katung hampir satu bulan. Minta maaf sedalamnya kepada penyusun dan penerbit karena saya ketik ulang tanpa ijin, semoga di perkenankan dan menjadi suatu amal kebaikan. Karena buku seperti ini menurut hemat saya harus di ketahui oleh kalayak umum. Untuk itulah kepada pembaca e-book yang budiman sekiranya merasa perlu dan mampu membeli buku ini silahkan membeli bukunya karena akan lebih bermanfaat, sekaligus sebagai penghargaan atas jerih payah mereka untuk menyusun dan menyebarkan buku ini.

 Ayat – ayat Quran dalam PDF ini saya copy dari software Program Kitab Suci Al-Quran 6.50 dan saya convert ke dalam format Unicode, sedangkan haditsnya saya ketik sendiri dalam bentuk Arabic Unicode. Tetapi karena kemampuan Arabic saya lumayan payah saya sangat mengharapkan koreksi dari pembaca budiman jika menemukan kesalahan hadits ataupun ayat akibat proses konvert. Walaupun telah saya koreksi tetapi tidak menutup kemungkinan kesalahan terjadi akibat kelalaian saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

Tuesday, 13 March 2018

Barangsiapa Percaya Dukun Dan Pasang Pelet Kesaktian Dll 40 Hari Sholatnya Tidak di Terima

Jaman sekarang ini masih banyak orang orang yang mengaku muslim tapi masih mempercayai hal hal berbau syirik. Santet, teluh, pelet, guna guna, jimat sakti, jimat penglaris, susuk penarik lawan jenis dsb itu semua adalah perbuatan sihir dengan bantuan setan atau jin jahat kafir. Pelakunya dikatakan sudah murtad dosa besar jika dia belum bertaubat. Halal dibunuh jika tak mau bertaubat.


Sihir diambil dari kata Arab “As-Shir”, yang secara bahasa berarti sesuatu yang samar dan tersembunyi serta tidak diketahui penyebabnya. Pada hakikatnya sihir terbagi menjadi dua; pertama, sihir dengan menggunakan bacaan dan jampi-jampi sebagai sarana komunikasi dengan syetan/jin untuk mencelakai orang lain, seperti teluh, santet, guna-guna dan hal lain yang sering dipraktekkan para dukun/paranormal.

Kedua, sihir berupa ramuan obat-obatan yang dapat mempengaruhi obyek sihir, baik tubuh, akal, maupun kehendaknya. Pelaku sihir, bagaimanapun,akan terjerumus ke dalam dua keadaan yang sama-sama buruk; bila tidak syirik, ia menipu. Padahal syirik dan menipu merupakan dosa besar yang membuat seseorang dibenci Allah Subhnahu wa Ta'ala dan tidak mendapatkan ampunan-Nya. 

Dalam syariat Islam pelaku sihir halal ditumpahkan darahnya, sebab mereka telah berbuat kerusakan di muka bumi. Pendapat ini telah disepakati oleh beberapa sahabat, diantaranya Umar bin Al-Khattab, Jundab dan Hafshah radiyallahu 'anhum. Tapi mesti dipahami bahwa pelaksaan hukum bunuh itu harus dilaksanakan oleh imam (dalam hal ini pemerintah); bukan idividu atau sekelompok masyarakat. Dalam masalah ini terdapat beberapa riwayat hadits, diantaranya

"Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari". Shahih Muslim (IV/1701)

 "Barang siapa mendatangi tukang sihir atau dukun kemudian bertanya tentang sesuatu lalu membenarkan perkataannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW." Imam Ahmad (11/429), Mustadrak (1/8) dan al-Baihaqi (VIII/135)

 Maka seseorang yang medatangi tukang sihir/dukun atau peramal lalu bertanya kepadanya, ia terkena ancaman tidak diterima sholatnya 40 hari, dan jika kemudian mempercayainya, ia telah jatuh pada dosa kafir (syirik pada Allah), jika mati sebelum bertaubat maka neraka jahanam kekal tempatnya.
naudzu billah min dzalik.

Maraknya Generasi "Micin" Karena Sepinya Toko Buku dan Perpustakaan

"Pengen Tahu Maju Tidaknya suatu Peradaban Negri? Datang saja ke toko Buku dan Perpustakaan. Semakin ramai semakin maju suatu bangsa semakin sepi semakin banyak generasi bodoh diplesetkan generasi micin disuatu negri tersebut. Kenapa? Karena buku adalah sumber pengetahuan yang disebarkan orang pandai dan sumber majunya peradaban. Semakin canggih teknologi semakin memanjakan manusia dunia hiburan tapi lupa pengetahuan. Jadilah generasi bodoh  dan mudah distir dan dipengaruhi dan yang tak mau berpikir panjang dalam melakukan sesuatu".

Monday, 12 March 2018

Mutiara Nasehat "Allah Melihat Hati Manusia Bukan Penampilannya"


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu 'alihi wa sallam telah bersabda,"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian". (Hadits Rasulullah saw)

Pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits diatas banyak sekali salah satunnya adalah supaya kita tidak mudah menilai manusia dari penampilannya saja. Seringkali bahwa penampilan itu menipu. Bukankah kita sering mendengar peribahasa kambing berbulu serigala atau serigala berbaju kambing. Yang artinya bahwa memang bawah manusia itu tidak bisa dinilai dari penampilannya saja karena kadang orangnya penampilannya bagus tetapi tidak sesuai dengan perilakunya yang buruk kadang-kadang kita juga menemukan menemukan seseorang yang penampilannya biasa saja sederhana atau bahkan buruk secara pandangan orang awam tetapi hatinya jujur apa adanya tidak punya rasa dendam dan lainnya. 

Seperti yang sering kita dengarkan ceramah. Allah melihat manusia dari keimanannya dan ketaqwaannya. Bukan dari penampilannya. Tua muda kaya miskin besar kecil cantik jelek bersorban berblangkon bertopi berpeci bertato danlainya semuanya sama dihadapan Allah. Sedangkan taqwa itu letaknya dalam hati manusia. Bukan pada penampilannya. Seorang yang bersorban berpeci bercadar sering orang lekas melihat langsung menilai dia orang soleh dan baik agamanya, seorang bertato berpakaian gaul langsung dinilai sebagai orang urakan. Kadang kita menjudge orang hanya dari penampilannya itu salah besar. Sehingga kita akan memandang orang remeh karena penampilannya buruk. Memandang orang mulia karena dia penampilannya seperti orang arab. Tapi apakah Kita tahu hati orang orang yang penampilannya sederhana? Apakah kita tahu yang mereka pikirkan? Bisa jadi mereka adalah orang yang hatinya selalu mengingat Allah. Bisa jadi orang bercadar berpeci yang didalam isi hati dan pikirannya adalah harta dan kemewahan. Kita tak tahu apa yang ada dalam hati manusia. Sehingga kita jangan seenaknya menilai mereka dari penampilannya. Orang orang sholeh orang zuhud wali wali Allah mereka lebih memilih mengasingkan diri dan tidak menonjolkan penampilan mereka. Akan tetapi mereka lebih khusuk dan lebih ihlas ibadahnya kepada Allah daripada kita yang sudah merasa suci merasa benar hanya karena hafal beberapa halaman kitab saja.

Apa kesimpulannya? Kita jangan mudah berprasangka buruk dan mudah menilai manusia dari penampilan, asal suku, kekayaan, kecantikan dan lainnya. Kita harus menilai menurut apa yang Allah nilai yaitu hatinya sehingga kita tidak mudah meremehkan dan menyombongkan diri dihadapan orang lain. Bagaimana kah cara kita bisa menilai manusia dari hatinya? Setiap kita bergaul dengannya pasti akan terasa efeknya nyaman atau tidak setelah lama bergaul barulah kita bisa menilai sifat dan perilaku aslinya. Jadi menilai manusia tidak bisa sesingkat mengedipkan mata. (AshabulMuslimin)

Saturday, 10 March 2018

Hai Mahasiswa? kamu ingin dapat gelar sarjana? Ini Jalan Pintasnya

"Kamu mahasiswa? Butuh nilai bagus, skripsimu lulus, cepat dapat gelar dengan mulus, tak usahlah berjuang bagaimana melakukan penelitian serius dan yang kamu perlukan adalah bagaimana mendapat simpati dosenmu dan kamu akan cepat dapat nilai bagus, begitulah gambaran sistem pendidikan negri ini melahirkan generasi berotak penjilat dan pengikut bukan melahirkan generasi yang kreatif dan inovatif, bukankah banyak sarjana lulus hanya pandai menarik simpati? Bukankah banyak mahasiswa pintar yang gagal lulus karena  hanya tidak disukai dosen? "

Wednesday, 7 March 2018

Apa Jadinya Peradaban Manusia Tanpa Perasaan?

"penjara yang sebenarnya itu adalah perasaan, tanpa perasaan kamu akan bebas sebebasnya meski sebenarnya kamu dalam penjara, akan tetapi manusia akan terus terikat perasaan sampai dia mati. Manusia akan terus terikat rasa sedih senang susah gembira kehilangan dll, tapi karena keterikatan itulah dia takkan bisa kemana-mana, akan terus menjadi manusia selamanya, andai manusia dilepaskan perasaannya mungkin dia akan bebas dari belenggu hidup yang penuh masalah, manusia akan lebib banyak menggunakan dan memaksimalkan otaknya. Akan tetapi dia tidak akan tahu artinya rasa suka dula senang sedih, sejenis robot bernyawa, atau malaikat yang tak punya rasa senang dan sedih, baiknya hidup takkan ada rasa kemarahan emosi cinta benci dan sebagainya, bumi akan damai dan berperadaban tinggi, negatifnya manusia takkan bisa bertahan lama, segera punah karena lambat berkembang biak, karena untuk membuat keturunan manusia akan bertujuan melestarikan generasi saja, dan itupun dibuat sangat perhitungan dengan logika, membuat anak harus banyak persyaratan agar lahir jenis unggul dan sebagainya, mungkin juga jarang bahkan takkan ada hub seks keturunan manusia dibuat oleh mesin reproduksi genetika, apalagi jika terjadi bencana begitu mudahnya manusia punah, karena jumlahnya yang sangat sedikit. Nafsu dan perasaan saling berkaitan kadang kita sulit membedakan mana nafsu mana perasaan karena dua hal ini saling berhubungan. Hanya bedanya Nafsu biasanya penuh tipu dan kata manis, sedangkan perasaan tak banyak berkata lebih banyak membuktikan."



Monday, 26 February 2018

Hadits Nabi : Jalan Menuju Surga Di Lingkupi Hal yang Dibenci dan Jalan Menuju Neraka di Lingkupi Hal Yang Disukai Nafsu

Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

"Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat."(HR. Muslim)

Hadits serupa mengatakan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihiwassalam bersabda,
"Ketika surga dan neraka diciptakan, Allah Ta'ala mengutus Jibril 'alaihissalam pergi ke surga seraya berfirman, 'Lihatlah ia dan perhatikanlah segala sesuatu yang Aku sediakan bagi penduduknya kelak!"

Nabi shallallahu'alaihi wasallam melanjutkan, "Jibril pun mendatangi, melihat dan memperhatikan segala nikmat yang Allah sediakan bagi penduduk surga. Kemudian Jibril kembali kepada Allah seraya berkata, 'Demi kemuliaanMu, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang berita surga kecuali ingin memasukinya'.

Kemudian Allah memerintahkan surga sehingga ia diliputi perkara-perkara yang dibenci (jiwa). Lalu Allah Ta'ala memerintahkan Jibril, 'Kembalilah kepadanya dan lihatlah segala sesuatu yang Aku sediakan bagi penduduk surga!' Maka Jibrilpun kembali ke surga dan ia temui bahwasanya surga telah diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci oleh jiwa manusia. Kemudian Jibril menadatangi Allah Ta'ala seraya berkata, 'Demi kemuliaanMu sungguh aku khawatir tidak ada seorangpun yang bisa memasukinya!'

Lalu Allah memerintahkan,'Pergilah ke neraka, lihatlah dan perhatikanlah siksaan yang Aku sediakan bagi penghuninya kelak!' Maka ketika dineraka terdapat api yang  menyala-nyala dan bertumpuk-tumpuk , Jibril kembali kepada Allah Ta'ala dan berkata, 'Demi kemuliaanMu tidak ada seorangpun yang ingin memasukinya.' Kemudian Allah Ta'ala memerintahkan agar neraka dipenuhi dengan perkara-perkara yang disukai syahwat. Allah Ta'ala berfirman, 'Kembalilah padanya!' Jibrilpun kembali ke neraka dan berkata, 'Demi kemuliaanMu, aku khawatir tidak ada seorangpun dari hambaMu yang bisa selamat dari siksaan neraka." (HR. Tirmidzi)

Saturday, 24 February 2018

Mutiara Nasehat : Ketika Manusia Menertawaimu, Ikutlah Tertawa, dan kita tertawa

"Kamu kesal manusia menertawaimu, Ikutlah tertawa, Karena mereka sedang memberi pahala kepadamu,

 pengejek, penghina, pengumpat, akan dikurangi pahalanya diberikan kepada yang diejek, asal yang diejek tidak membalas apapun".

Tuesday, 13 February 2018

Motivasi Islam Tentang Kesuksesan dan Kegagalan Mimpi

"Gagal adalah banyak mimpi sedikit usaha.. Sukses adalah banyak usaha sedikit bermimpi"

saya mau tanya Mimpimu apa? Apakah jadi Astronot.. haha jangan terlalu tinggi nanti jadi mahluk luar angkasa..maksutnya mimpi itu hanya akan jadi hayalan saja takkan terwujud. Sewajarnya Mimpi itu seharusnya sejajar dengan kemampuan mu.. Misal mimpi jadi guru.. Mimpi jadi insinyur.. Mimpi jadi wiraswasta.. Mimpi jadi sudagar dll..semakin tinggi mimpimu semakin besarlah yang harus kamu korbankan.. 😇.. Jangan takut berkorban jika punya mimpi.. Jangan bermimpi jika takut berkorban.. Waktu.. Harta.. Fisik .. Perasaa .. Pikiran.. Kebebasan.. Kadang harus kamu berikan kepada mimpimu agar terwujud..

# ashabul muslimin

Monday, 5 February 2018

Berapakah Jumlah Gambar Yang Ada Di Instagram 2018 saat ini

Sekedar informasi instagram diluncurkan sejak oktober 2010 hingga kini sudah 7 tahun (2018) mempunyai 800 juta user jika setiap user kita hitung rata rata upload 1 foto perhari maka 800 jutax365 harix7tahun adalah sekitar 2 triliun foto.. jika per foto memakan ruang 500 kb maka hardisk yang harus disiapkan instagram hari ini minimal 1 triliun MB atau  1 Miliar Gigabyte atau 1 juta Terra byte... tak bisa dibayangkan bila semua foto itu dicetak akan menjadi sampah foto yang luar biasa banyaknya.. seluruh dunia penuh dengan sampah gambar.. jaman digital ini memang begitu mudah nya kita share foto dan jepret foto.. sangat berbeda dengan jaman dulu jaman kamera kodak.. kadang juga kita menemukan foto terbakar atau rusak karena pencahayaan yang kurang tepat..masa kecil kita dulu kalau difoto sangat senang sekali dan salah tingkah berbeda dengan jaman sekarang biasa saja dah umum.. balita pun sudah mampu selfi ria .. yang jadul itu sederhana tapi indah.. yang modern itu mudah tapi cepat membosankan

Sunday, 4 February 2018

Mutiara Nasehat "Jika jalan raya saja ada yang mengatur, lalu bagaimana dengan alam semesta?"

"Lalu Lintas Saja Akan macet total dan kacau jika tidak ada yang mengatur (polisi dan trafik light), Apalagi Alam semesta ini tentu ada yang mengatur (Allah SWT) bagaimana mungkin orang atheis menganggap alam ini bergerak dengan sendiri tanpa ada yang mengatur, Kebodohan dan keangkuhan mereka telah menghalangi dari hidayah" 

(Ashabul Muslimin)

Dzikir Obat Galau, Penerang Kegelapan Hati Dan Penolong dikala Susah

Mukadimah Ayat 

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut tiama) Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan, bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepada kalian dan malaikat-Nya (memohon ampunan untuk kalian), supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan, adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (Al-Ahzab: 41-43).

Penjelasan Singkat

Dzikir (mengingat Allah dengan hati dan menyebut-Nya dengan lisan) merupakan tempat persinggahan orang-orang yang agung, yang di sanalah mereka membekali diri, berniaga dan ke sanalah mereka pulang kembali.Dzikir merupakan santapan hati, yang jika tidak mendapatkannya, maka badan menjadi seperti kuburan dan mati. Dzikir merupakan senjata yang digunakan untuk menghadapi para perampok jalanan, merupakan air yang bisa menghilangkan rasa dahaga di tengah perjalanan, merupakan obat yang menyembuhkan penyakit. Jika mereka tidak mendapatkannya, maka hati mereka akan mengkerut, karena dzikir merupakan perantara dan penghubung antara diri mereka dengan alam gaib. Dengan dzikir mereka menolak bencana dan menyingkirkan kesusahan, se-hingga musibah yang menimpa mereka terasa remeh. Jika ada bencana yang datang, maka mereka berlindung kepada dzikir. Yang pasti dzikir merupakan taman surga yang mereka diami dan modal kebahagiaan yang mereka pergunakan untuk berniaga. Dzikir mengajak hati yang dirun-dung kepiluan untuk tersenyum gembira dan menghantarkan pelaku-nya kepada Dzat yang didzikiri, dan bahkan membuat pelakunya menja-di orang yang seakan tidak layak untuk diingaDalam setiap anggota tubuh ada ubudiyah yang dilakukan secara temporal. Sedangkan dzikir merupakan ubudiyah hati dan lisan yang tidak mengenal batasan waktu. Mereka diperintahkan untuk mengingat sesem-bahan dan kekasihnya dalam keadaan seperti apa pun, saat berdiri, duduk, telentang. Seakan-akan surga itu merupakan kebun dan dzikir adalah tanamannya. Begitu pula hati yang bisa diibaratkan bangunan yang ko-song, maka dzikirlah yang membuat bangunan itu semarak.

Dzikir adalah pembersih dan pengasah hati serta obatnya jika hati itu sakit. Selagi orang yang berdzikir semakin tenggelam dalam dzikir-nya, maka cinta dan kerinduannya semakin terpupuk terhadap Dzat yang diingat. Jika ada keselarasan antara hati dan lisan, maka pelakunya akan lalai terhadap segala sesuatu. Sebagai gantinya, Allah akan menjaganya dari segala sesuatu. Dengan dzikir, pendengaran menjadi terbuka, lisan tidak kelu dan kegelapan menyingkir dari pandangan. Dengan dzikir ini Allah menghiasi lisan orang-orang yang berdzikir, sebagaimana Dia meng-hiasi pandangan orang-orang yang bisa memandang dengan cahaya. Lisan yang lalai seperti mata yang buta, telinga yang tuli dan tangan yang bun-tung. Dzikir merupakan pintu Allah yang paling lebar dan besar, terbuka di antara Allah dan hamba-Nya, selagi pintu itu tidak ditutup sendiri oleh hamba dengan kelalaiannya.

Al-Hasan Al-Bashry berkata, "Carilah kemanisan dalam tiga perka-ra: Dalam shalat, dalam dzikir dan membaca Al-Qur'an. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka ketahuilah bahwa pintunya dalam keadaan ter-tutup."

Dengan dzikir, hamba bisa mengalahkan syetan, sebagaimana sye-tan yang dapat mengalahkan orang-orang yang lalai dan lupa diri. Di antara orang salaf ada yang berkata, "Jika dzikir ada di dalam hati, lalu syetan mendekatinya, maka dia langsung kalah, sebagaimana manusia yang dikalahkan syetan jika syetan mendekatinya. Dalam keadaan kalah ini syetan-syetan berkerumun di sekelilingnya. Di antara mereka berta-nya, 'Ada apa dengan orang ini?' Yang lain menjawab, 'Dia sedang gila'."

Dzikir merupakan ruh amal-amal yang shalih. Jika amal terlepas dari dzikir, maka amal itu seperti badan yang tidak memiliki ruh.

Di dalam Al-Qur'an disebutkan sepuluh versi dalam hubungannya dengan dzikir, yaitu:

Perintah dzikir secara terbatas dan tidak terbatas.Larangan kebalikannya, yaitu lupa dan lalai.Keberuntungan yang bergantung kepada banyaknya dzikir dan kon-tinyuitasnya.Pujian terhadap para pelakunya dan pengabaran tentang surga dan ampunan yang dijanjikan Allah bagi mereka.

Pengabaran tentang kerugian yang mengabaikan dzikir dan sibuk de-ngan selainnya. Allah mengingat orang-orang yang mengingat-Nya sebagai balasan bagi mereka.Pengabaran bahwa dzikir lebih besar dari segala sesuatu.

Allah menjadikan dzikir sebagai penutup amal-amal yang shalih dan sekaligus sebagai kuncinya.Pengabaran tentang para pelakunya, bahwa mereka adalah orang-orang yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah dan merekalah orang-orang yang berakal.

Allah menjadikan dzikir sebagai pendamping segala amal yang shalih dan ruhnya. Jika amal tidak disertai dzikir, maka ia seperti jasad tanpa ruh. perintah dzikir seperti yang disebutkan dalam firman Allah,

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut tiama) Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan, bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepada kalian dan malaikat-Nya (memohon ampunan untuk kalian), supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan, adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (Al-Ahzab: 41-43).
"Dan, sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut" (Al-A'raf: 205).

Di sini ada dua pendapat: Pertama, berdzikir di dalam hatimu dan sembunyi-sembunyi. Kedua, dengan lisan, sehingga engkau pun bisa mendengarnya.

Larangan kebalikan dzikir, yaitu lalai, seperti firman Allah,

"Dan, janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (Al-A'raf:205).

"Dan, janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah,lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri." (Al-Hasyr: 19).

Tentang keberuntungan yang bergantung kepada banyaknya dzikir dan kontinyuitasnya, seperti firman Allah,
"Dan, sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung (Al-Anfal:45)

Pujian terhadap para pelakunya dan kebaikan pahala mereka, seperti firman Allah,
"... dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. "(Al-Ahzab: 35).

Kerugian orang yang mengabaikan dan melalaikan dzikir, seperti firman Allah,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (Al-Munafiqun: 9).

Allah mengingat orang-orang yang mengingat-Nya sebagai balas-an bagi mereka, seperti firman-Nya,

"Karena itu ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian meng-ingkari (nikmat)-Ku." (Al-Baqarah: 152).

Pengabaran bahwa dzikir lebih besar dari segala sesuatu, seperti firman-Nya

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya meng-ingat Allah itu adalah lebih besar." (Al-Ankabut: 45).

Ada tiga pendapat tentang makna lebih besar di sini, yaitu:

- Mengingat Allah lebih besar dari segala sesuatu dan merupakan ke-taatan yang paling utama. Sebab maksud dari seluruh ketaatan adalah menegakkan dzikir kepada Allah, sehingga dzikir ini merupakan raha-sia dan ruh ketaatan.

Maknanya, jika kalian mengingat Allah, maka Dia mengingat kalian. Sementara pengingatan Allah terhadap kalian lebih besar daripada pengingatan kalian kepada-Nya. Mengingat Allah itu lebih besar daripada membiarkan kekejian dan kemungkaran. Bahkan jika dzikir ini lebih sempurna, maka dzikir itu bisa menghapus segala kesalahan dan kedurhakaan. Begitulah yang disebutkan para mufasir.

Saya pernah mendengar Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Makna ayat ini, bahwa di dalam shalat terkandung dua faidah yang amat besar, yaitu: Fungsi shalat itu yang bisa mencegah kekejian dan kemung-karan, kandungan shalat itu terhadap dzikir kepada Allah. Kandungan dzikir ini lebih besar daripada fungsi pencegahannya terhadap kekejian dan kemungkaran."

Penutup amal-amal yang shalih ialah dengan dzikir, seperti dzikir sebagai penutup puasa. Firman-Nya,

"Dan, hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hcndaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur." (Al-Baqarah: 185).Dzikir sebagai penutup haji, seperti firman-Nya,

"Apabila kalian telah menyelesaikan ibadah haji kalian, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kalian menyebut-nye-but nenek moyang kalian atau bahkan berdzikirlah lebih banyak dari itu." (Al-Baqarah: 200).

Dzikir sebagai penutup shalat, seperti firman-Nya,

"Maka apabila kalian telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring." (An-Nisa': 103).

Dzikir sebagai penutup shalat Jum'at, seperti firman-Nya,
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyak-nya supaya kalian beruntung." (Al-Jumu'ah: 10).

Tentang pengkhususan orang-orang yang berdzikir, yang bisa mengambil manfaat dan pelajaran dari ayat-ayat Allah, sehingga mereka disebut pula orang-orang yang berakal, seperti firman-Nya,

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih berganti-nya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring." (Ali Imran: 190-191).

Tentang dzikir yang berfungsi sebagai pendamping segala amal dan sekaligus merupakan ruhnya, seperti firman Allah yang menyertakan dzikir dengan shalat,

"Dan, dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (Thaha: 14).

Allah menyertakan dzikir dengan puasa, haji dan amal-amal lain-nya, dan bahkan menjadikan dzikir ini sebagai ruh haji dan intinya, se-bagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,
"Sesungguhnya thawaf di sekeliling Ka'bah, sa'i antara Shafa dan Marwah. dan melempar jumrah itu dijadikan hanya untuk menegakkan dzikir kepada Allah."

Allah juga menyertakannya dengan jihad, memerintahkan dzikir saat berhadapan dengan pasukan musuh, seperti firman-Nya,

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan (musuh), maka berteguhhatilah kalian dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung." (Al-Anfal: 45).

Orang-orang yang berdzikir adalah orang-orang yang lebih dahulu berjalan, sebagaimana yang diriwayatkan Muslim di dalam Shahih-nya, dari hadits Al-Ala', dari ayahnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melewati suatu jalan di Makkah, lalu beliau melewati sebuah bukit yang disebut Jumdan. Beliau bersabda, "Teruskanlah perjalanan kalian. Ini adalah Jum-dan, dan para mufarridun telah dahulu berjalan."

Para shahabat bertanya, "Siapakah para mufarridun itu wahai Ra-sulullah?"

Beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang berdzikir ke-pada Allah sebanyak-banyaknya, laki-laki dan wanita."Di dalam Al-Musnad disebutkan secara marfu', dari hadits Abud-Darda' Radhiyallahu Anhu,

"Ketahuilah, akan kuberitahukan kepada kalian tentang amal-amal kalian yang paling baik, paling suci di sisi Raja kalian, paling tinggi dalam derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada penganugerahan emas dan perak, lebih baik jika kalian berhadapan dengan musuh, lalu kalian memenggal leher mereka atau mereka yang memenggal leher kalian". Mereka bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menja-wab, "Dzikir kepada Allah Azza wa jalla."

Beliau juga bersabda, sebagaimana yang disebutkan di dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudry Radhiyallahu Anhuma,

"Tidaklah segolongan orang berdzikir kepada Allah melainkan para malaikat mengelilingi mereka, menyelubungi mereka dengan rahmat, menurunkan kepada mereka ketenangan, dan Allah menyebut mereka di antara orang-orang yang ada di sisi-Nya."

Bukti kemuliaan dzikir ini, Allah membangga-banggakan para pela-kunya di hadapan para malaikat, sebagaimana yang disebutkan di dalam Shahih Muslim, dari Mu'awiyah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menemui sekerumunan para shahabat, sera-ya bertanya, "Apa yang membuat kalian berkumpul?"

Mereka menjawab, "Kami berkumpul untuk menyebut nama Allah, memuji-Nya karena telah menunjuki kami kepada Islam dan menganugerahkan Islam itu kepada kami."

Beliau bersabda, "Demi Allah, apakah hanya karena itu yang men-dorong kalian untuk berkumpul?"

Mereka menjawab, "Demi Allah, hanya inilah yang mendorong kami untuk berkumpul."Beliau bersabda, "Sebenarnya aku tidak meminta kalian untuk bersumpah karena curiga terhadap kalian. Hanya saja Jibril telah menda-tangiku dan mengabarkan kepadaku, bahwa Allah membangga-bangga-kan kalian kepada para malaikat."

Seorang Arab dusun bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Apakah amal yang paling utama?"

Maka beliau menjawab,

"Engkau meninggalkan dunia, sedang lisanmu daiam keadaan basah karena sering menyebut nama Allah."

Ada pula seseorang yang pernah berkata kepada beliau, "Se-sungguhnya syariat-syariat Islam terlalu banyak bagiku. Maka perintah-kanlah kepadaku suatu perkara yang dapat kujadikan gantungan." Maka beliau bersabda, "Buatlah lisanmu senantiasa basah karena menyebut nama Allah."

Di dalam Al-Musnad disebutkan dari hadits Jabir, dia berkata, "Ra-sulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menemui kami seraya bersabda, "Wahai manusia, merumputlah kalian di kebun-kebun surga."

Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kebun-kebun surga itu?"

Beliau menjawab, "Majlis-majlis dzikir."

Beliau juga pernah bersabda,

"Pergilah kalian pada waktu pagi dan petang hari serta berdzikirlah. Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaklah dia melihat bagaimana kedudukan Allah di sisinya. Karena Allah menempatkan hamba di sisi-Nya sebagaimana dia menempatkan-Nya di sisinya."

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meriwayatkan dari Ibrahim Alaihis-Salam pada malam Isra', bahwa Ibrahim Alaihis-Salam berkata kepada Rasulullah,"Sampaikanlah salam dariku kepada umatmu dan kabarkanlah kepada mereka bahwa surga itu bagus tanahnya, segarairnya, bahwa surga itu merupakan kebun-kebun dan adapun tanamannya adalah kalimat Subhanallah walhamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar." (Diriwayatkan At-Tirmidzy, Ahmad dan lain-lainya).

Di dalam Ash-Shahihain disebutkan dari hadits Abu Musa Radhi-yallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,

"Perumpamaan orang yang menyebut nama Rabbnya dan orang yang tidak menyebut nama-Nya seperti orang hidup dan orang mati."

Lafazh Muslim disebutkan,

"Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebutkan nama Allah dan rumah yang di dalamnya tidak disebutkan nama Allah seperti orang hidup dan orang mati."

Beliau menganggap rumah orang yang berdzikir seperti rumah yang hidup dan semarak, sedangkan rumah orang yang lalai dan tidak berdzikir sama dengan rumah orang mati atau kuburan. Dalam lafazh pertama, orang yang berdzikir disamakan dengan orang yang hidup, dan orang yang lalai tidak mau berdzikir disamakan dengan orang yang mati. Dua lafazh ini mencakup pengertian bahwa hati yang berdzikir seperti orang hidup yang berada di rumah orang-orang yang juga hidup, sedangkan orang yang lalai tidak mau berdzikir seperti orang mati yang berada di dalam kuburan. Tidak dapat diragukan bahwa tubuh orang-orang yang lalai merupakan kuburan bagi hati mereka, dan hati mereka yang ada di dalam badannya seperti orang mati di dalam kuburan, sebagaimana yang dikatakan dalam syair,"Lalai menyebut nama Allah merupakan kematian hati jasad mereka adalah kuburan sebelum masuk ke liang kubur ruh berada di dalam tubuh mereka dalam keadaan liar saat kembali pun mereka tidak mempunyai tempat kembali."

Dalam atsar Ilahy disebutkan,

:

"Allah befirman, 'Jika yang menang atas hamba-Ku adalah menyebut nama-Ku, tentu dia mencintai-Ku dan Aku pun mencintainya."

Dalam atsar Ilahy yang lain disebutkan,
"Wahai anak Adam, kamu tidak adil kepada-Ku. Aku mengingatmu namun kamu melupakan Aku, Aku menyerumu namun kamu lari kepada selainAku, Aku menyingkirkan bencana darimu, namun kamu senantiasa berada pada kesalahan-kesalahan. Wahai anak Adam, apa yang akan kamu katakan besok jika kamu datang kepada-Ku?"

Dalam atsar Ilahy yang lain disebutkan,
:
"Wahai anak Adam, ingatlah Aku ketika kamu marah, niscaya Aku mengingatmu ketika Aku murka. Ridhalah terhadap pertolongan-Ku kepadamu, karena pertolongan-Ku kepadamu lebih baik daripada per-tolonganmu untuk dirimu sendiri."

Di dalam Ash-Shahih juga disebutkan atsar Ilahy yang diriwayatkan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Rabb,
"Siapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku mengingatnya di dalam Diri-Ku, dan siapa yang mengingat-Ku di keramaian orang, maka Aku mengingatnya di keramaian yang lebih baik daripada mere-ka."

Saya telah menyebutkan sekitar seratus faidah dzikir dalam kitab Al-Wabilush-Shayyib,10 beserta rahasia-rahasia, keagungan manfaat dan buahnya yang bagus. Di sana juga saya sebutkan tiga macam dzikir, yaitu:

Dzikir asma, sifat dan makna-maknanya, pujian terhadap Allah dengan asma dan sifat-sifat itu serta pengesaan Allah.

Dzikir perintah dan larangan, halal dan haram.

Dzikir karunia, nikmat, kemurahan dan kebaikan.

Ada tiga macam dzikir lainnya yang berkaitan dengan cara pelak-sanaannya, yaitu:

Dzikir dengan menyelaraskan antara lisan dan hati. Ini merupakan tingkatan dzikir yang paling tinggi.

Dzikir dengan hati semata.

Dzikir dengan lisan semata.

Pengarang Manazilus-Sa'irin berkata, "Dzikir artinya membebaskan , diri dari lalai dan Iupa."

Perbedaan antara lalai dan Iupa, bahwa lalai merupakan pilihan pelakunya. Sedangkan Iupa bukan karena pilihannya. Karena itu Allah befirman, "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai". Tidak dikatakan, "Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lupa", karena lalai tidak termasuk dalam pembebanan kewajiban, sehingga tidak dilarang.

Menurut Syaikh, ada tiga derajat dzikir, yaitu:

Dzikir secara zhahir, berupa pujian, doa atau pengawasan.

Yang dimaksudkan zhahir adalah apa yang disampaikan lisan dan se-suai dengan suara hati. Jadi tidak sekedar dzikir sebatas lisan semata, karena banyak orang yang tidak beranggapan seperti ini. Sedangkan pujian seperti ucapan Subhanallah wal-hamdu lillah, la ilaha illallah wallahu akbar. Sedangkan doa seperti yang banyak disebutkan dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah, dan hal ini sangat banyak jenisnya. Sedangkan pengawasan, seperti ucapan, "Allah besertaku. Allah meli-hatku. Allah menyaksikan aku", dan lain sebagainya yang dapat me-nguatkan kebersamaannya dengan Allah, yang intinya mengandung pengawasan terhadap kemaslahatan hati, menjaga adab bersama Allah, mewaspadai kelalaian dan berlindung dari syetan serta hawa nafsu. Dzikir-dzikir Nabawy menghimpun tiga perkara, yaitu: Pujian terhadapAllah, penyampaian doa dan permohonan, pengakuan terhadap Allah. Maka disebutkan di dalam hadits, "Doa yang paling baik adalah ucapan alhamdulillah."

Ada seseorang bertanya kepada Sufyan bin Uyainah, "Apa pasalnya alhamdulillah dijadikan doa?" Maka dia menjawab, "Apakah engkau tidak mendengar perkataan Umayyah bin Ash-Shallat kepada Abdullah bin Jud'an yang mengharapkan pemberiannya, "Layakkah aku menyebutkan kebutuhanku, padahal orang yang memberiku telah mencukupi aku? Perilakumu itu pun sudah disebut pemberian." Dzikir-dzikir Nabawy juga mencakup kesempurnaan pengawasan, ke-maslahatan hati, kewaspadaan dari kelalaian dan berlindung dari sye-tan.

Dzikir tersembunyi, yaitu membebaskan diri dari segala belenggu, berada bersama Allah dan hati yang senantiasa bermunajat kepada Rabb-nya.

Yang dimaksudkan tersembunyi di sini ialah dzikir hanya dengan hati. Ini merupakan buah dari dzikir yang pertama. Sedangkan maksud membebaskan diri dari segala belenggu artinya membebaskan diri dari lalai dan Iupa, membebaskan diri dari tabir penghalang antara hati dan Allah. Berada bersama Allah artinya seakan-akan dapat melihat Allah. Senantiasa bermunajat artinya menjadikan hati bermunajat, terkadang dengan cara merendahkan diri, terkadang dengan cara memuji, mengagungkan dan lain sebagainya dari macam-macam munajat yangdilakukan dengan sembunyi-sembunyi atau dengan hati. Ini merupakan keadaan setiap orang yang jatuh cinta dan yang dicintai.

Dzikir yang hakiki, yaitu pengingatan Allah terhadap dirimu, membe-baskan diri dari kesaksian dzikirmu dan mengetahui bualan orang yang berdzikir bahwa ia berada dalam dzikir.

Dzikir dalam derajat ini disebut yang hakiki, karena dzikir itu dinis-batkan kepada Allah. Sedangkan dzikir yang dinisbatkan kepada ham-ba, maka itu bukan yang hakiki. Allah yang mengingat hamba-Nya merupakan dzikir (pengingatan) yang hakiki. Ini merupakan kesaksian dzikir Allah terhadap hamba-Nya dan Dia menyebutnya di antara orang-orang yang layak untuk diingat, lalu menjadikannya orang yang senantiasa berdzikir kepada-Nya. Jadi pada hakikatnya dia orang yang berdzikir untuk kepentingan dirinya sendiri. Karena Allahlah yang menjadikan dirinya orang yang berdzikir kepada-Nya, lalu Allah pun mengingatnya Orang yang berada dalam dzikir lalu dia mempersaksikan terhadap dirinya bahwa dia orang yang berdzikir, merupakan bualan. Padahal dia tidak mempunyai kekuasaan untuk berbuat. Bualan ini tidak hilang dari dirinya kecuali jika dia meniadakan kesaksian terhadap dzikirnya.

Sumber : madarijus salikin karya ibnul qoyyim