Sunday, 10 September 2017

Takutlah Siksa Neraka, Walau Dengan Bersedekah Sebutir Kurma

Mukadimah hadits:

Sabda Nabi shallallahu alaih wa sallam, "Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali akan diajak bicara oleh Rabbnya tanpa seorangpun penterjemah antara dirinya dengan Rabbnya. Kemudian ia melihat ke sebelah kanan. Ia idak melihat apapun selain apa yang telah ia perbuat. Lalu ia melihat ke sebelah kiri. Ia tidak melihat apapun selain apa yang telah ia perbuat. Dan ia tidak melihat ke arah depannya, kecuali neraka di hadapan wajahnya. Maka takutlah dari (siksa) neraka, walaupun dengan (bersedekah) separuh kurma! Jika itupun tidak didapati, maka dengan (mengucap) kata-kata yang baik." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat :

Jangan sepelekan sekecil apapun kebaikan karena  bisa saja menolong kita dari azab Allah diahirat kelak. melakukan jalan kebaikan banyak sekali, ini adalah kemurahan dari Allah untuk para hamba-Nya, agar mereka mendapatkan keutamaan yang bermacam-macam, dan pahala yang berlimpah. Jalan kebaikan yang pokok ada tiga: amalan jasmani seperti shalat, amalan harta seperti zakat, dan amalan yang berhubungan dengan jasmani dan harta sekaligus seperti berperang di jalan Allah. Tiga pokok amalan ini memiliki ragam yang sangat banyak. Hal tersebut agar ketaatan yang dijalani seorang hamba menjadi beraneka ragam sehingga mereka tidak merasa jenuh. Seandainya amal ketaatan hanya satu macam saja, niscaya mereka akan bosan. Pun tidak akan terlihat siapa yang berhasil melewati ujian, dan siapa yang tidak. Namun jika amal ketaatan beraneka ragam, hal itu akan lebih sesuai dengan kondisi orang yang berbeda-beda, dan akan lebih memperlihatkan kenyataan masing-masing hamba dalam beribadah.

Cukup banyak ayat Al-Quran yang menunjukkan bahwa kebaikan tidak hanya satu macam saja. Di antaranya adalah firman Allah Taala"Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan-kebaikan." (al-Baqarah: 148)

"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik." (al-Anbiya: 90)

"Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya."(al-Baqarah: 197) 

"Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (al-Baqarah: 215)

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (al-Zalzalah: 7)

Dan masih banyak lagi ayat Quran yang menunjukkan hal ini.

Sedangkan dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya adalah sebagai berikut:

Sabda Nabi shallallahu alaih wa sallam, "Setiap hari, masing-masing sendi salah seorang dari kalian wajib ditunaikan sedekahnya. Setiap tasbih, tahmid, tahlil dan takbir adalah sedekah. Menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran merupakan sedekah. Dan dua rakaat yang dikerjakan pada shalat dhuha mencukupi itu semua." (HR. Muslim)

Dikatakan bahwa sendi tubuh manusia ada 360, baik yang besar ataupun yang kecil. Sehingga setiap hari seseorang harus menunaikan 360 sedekah. Sedekah di sini bukan hanya dalam bentuk harta, akan tetapi kebaikan secara umum. Semua pintu kebaikan adalah sedekah. Disebutkan bahwa tasbih, tahmid, tahlil, takbir, menyuruh kebaikan dan mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Maka setiap perkara yang mendekatkan diri kepada Allah adalah sedekah, baik berupa perkataan ataupun perbuatan. Membaca Al-Quran dan menuntut ilmu agama juga merupakan sedekah. Dengan demikian, sedekah itu ada banyak. Siapapun bisa menunaikan kewajiban sedekah harian yang berjumlah 360 ini.

Sabda Nabi shallallahu alaih wa sallam, "Sungguh aku melihat ada seorang laki-laki hilir mudik di surga disebabkan satu pohon yang dia potong dari tengah jalan karena mengganggu kaum muslimin." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa siapa yang menghilangkan gangguan dari kaum muslimin, akan mendapat pahala yang besar. Kalau menghilangkan gangguan yang bersifat indrawi saja seperti ini, bagaimana lagi dengan menghilangkan gangguan yang bersifat maknawi. Ada sebagian orang yang jahat, suka mengganggu, memiliki pemikiran buruk, dan berakhlak tercela. Mereka menghalang-halangi orang banyak dari agama Allah. Menyingkirkan orang-orang seperti ini dari jalan kaum muslimin lebih utama dan lebih besar pahalanya di sisi Allah. Caranya adalah dengan membantah dan menyanggah pemikiran-pemikiran mereka. Kalau cara ini tidak membuahkan hasil, pihak berwenang dapat memberikan hukuman mati atau hukuman fisik atau hukuman sosial kepada mereka, sesuai dengan tingkat kejahatan yang telah mereka lakukan.

Singkat kata, menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk perkara yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Baik itu jalan inderawi yang dilalui telapak kaki, ataupun jalan maknawi yang dilalui oleh qalbu. Dan menyingkirkan gangguan dari jalan yang dilalui qalbu atau amal, pahalanya lebih besar daripada menyingkirkan gangguan dari jalan yang dilalui telapak kaki.

Sabda Nabi shallallahu alaih wa sallam, "Tidak ada seorang muslim pun yang menanam tanaman, kecuali apa yang dimakan, dicuri, ataupun dikurangi (diambil) dari tanaman itu akan dihitung sebagai sedekah." (HR. Muslim

Dalam riwayat Muslim yang lain, Rasulullah shallallahu alaih wa sallambersabda, "Tidaklah seorang muslim menaman tanaman kemudian dimakan oleh manusia, hewan ataupun burung, kecuali menjadi sedekah untuknya sampai hari kiamat."

Hadits ini mengandung anjuran bercocok tanam. Bercocok tanam memiliki banyak kebaikan dan kemaslahatan, baik yang bersifat keagamaan maupun keduniaan. Di antara maslahat duniawinya ialah mendapatkan hasil tanaman tersebut. Kemaslahatan dari hasil bercocok tanam tidaklah seperti uang. Ia berguna bagi si penanam dan negerinya. Setiap orang akan mendapatkan manfaat. Dengan menjual atau memakan buahnya. Sehingga terjadi pertumbuhan pada masyarakat tersebut dan terwujud kebaikan yang banyak. Adapun maslahat diniyah bercocok tanam, maka apa yang dimakan oleh burung, ayam ataupun binatang lain, walaupun hanya sebutir, akan menjadi sedekah yang pahalanya diperuntukkan bagi si penanam. Baik ia menginginkan hal itu ataupun tidak. Bahkan kalau ada orang yang mencuri hasil cocok tanamnya, ia akan mendapatkan pahala dengan apa yang dicuri itu.

Dengan demikian, hadits di atas menunjukkan banyaknya jalan kebaikan, dan bahwa seseorang akan mendapat pahala dari barang miliknya yang dimanfaatkan oleh orang lain, baik ia niatkan ataupun tidak. Ini seperti firman Allah Taala"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar." (an-Nisaa: 114)

Allah Taalamenyebutkan bahwa semua perkara yang disebutkan ini mengandung kebaikan, baik diniatkan untuk mendapatkan pahala atau tidak. Apabila perkara-perkara tersebut diniatkan untuk mendapatkan keridhaan Allah, maka pahalanya lebih besar lagi. Ini merupakan dalil bahwa sesuatu yang diambil manfaatnya oleh orang lain, maka pemiliknya akan mendapat pahala walaupun ia tidak berniat untuk itu. Jika ia niatkan, maka bertambahlah kebaikan di atas kebaikan.

Allah syariatkan banyak jalan kebaikan agar dengan begitu setiap hamba bisa mencapai puncak tujuan. Di antara jalan kebaikan tersebut adalah bersedekah. Terdapat riwayat shahih dari Nabi shallallahu alaih wa sallam,bahwa sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. at-Tirmidzi)

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa sedekah, walaupun sedikit, dapat menyelamatkan seseorang dari siksa neraka. Jika seseorang tidak memiliki apapun, ia dapat menjaga dirinya dengan mengucapkan kalimat yang baik. Atau membaca Al-Quran, karena itu adalah sebaik-baik kalimat. Juga bertasbih, bertahlil, dan semisalnya; menyuruh kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar; mengajarkan ilmu dan belajar. Dan ucapan lainnya yang akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Semua itu termasuk dalam pengertian kalimat yang baik. Maka jika engkau tidak memiliki setengah kurma untuk disedekahkan, jagalah dirimu dari api neraka dengan kalimat-kalimat yang baik.

 

(Sumber: Syarh Riyadh ash-Shalihin, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin &
Darussunah.co.id)

Contoh contoh Kisah Mukjizat Nabi dan Rasul dan Kisah Karomah Wali

Beriman dengan mukjizat para nabi dan karamah para wali adalah salah satu pokok keimanan yang ditunjukkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Kenyataan yang ada pun mendukung kebenaran ini. Maka seorang muslim wajib meyakini bahwa perkara tersebut memang benar adanya. Mendustakan dan mengingkari adanya mukjizat dan karamah adalah penolakan terhadap nas-nas Al-Quran dan As-Sunnah, pengingkaran terhadap kenyataan, dan penyimpangan yang sangat jauh dari apa yang diyakini oleh para ulama kaum muslimin.

Al-Mu'jizah diambil dari kata al-'ajzu yang bermakna ketidakmampuan. Di dalam kamus disebutkan, "Mu'jizat Nabi shallallahu alaih wa sallam adalah apa yang membuat para penentang beliau tidak mampu menjawab tantangan."
Adapun menurut istilah, al-mu'jizah adalah perkara luar biasa yang terjadi pada diri para nabi sebagai bukti yang menunjukkan kebenaran mereka, disertai ketidakmampuan kaumnya untuk menandingi mukjizat tersebut.

Dengan definisi ini, perbuatan atau peristiwa biasa yang muncul dari para nabi, atau perkara luar biasa yang terjadi pada diri para wali, tidak disebut mukjizat. Demikian pula perkara-perkara tidak wajar yang muncul pada diri para pendusta yang mengaku nabi, atau para tukang sihir dan dukun. Sebab perkara-perkara tersebut bisa dilawan dengan yang semisalnya, karena ia adalah salah satu bentuk sihir.

Beberapa Contoh Mukjizat Para Nabi

Nabi Shalih alaih salam memiliki mukjizat berupa unta yang keluar dari sebuah batu besar. Unta ini memiliki sifat-sifat seperti yang diinginkan oleh kaum Nabi Shalih. (Tafsir Ibnu Katsir 3/436) Allah Taala berfirman tentang hal itu, "Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepada kalian dari Tuhan kalian. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagi kalian, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kalian akan ditimpa siksaan yang pedih." (QS. al-A'raaf: 73)

Nabi Ibrahim alaih salam memiliki mukjizat berupa keadaan tidak terbakar oleh api yang dinyalakan kaumnya untuk menyiksa dan membinasakan beliau. Allah menjadikan api itu dingin untuknya. Allah Taala berfirman, "Mereka berkata: 'Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak'. Kami berfirman: 'Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi." (QS. al-Anbiyaa: 68-70)

Nabi Musa alaih salam memiliki mukjizat berupa tongkat yang dapat berubah menjadi seekor ular besar ketika dilemparkan ke tanah. Allah Taala berfirman, "Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?"  Musa berkata: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya". Allah berfirman: "Lemparkanlah ia, hai Musa!" Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat. Allah berfirman: "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula." (QS. Thahaa: 17-21)

Mukjizat Nabi Musa lainnya adalah tangan beliau menjadi putih cemerlang seperti rembulan setelah dikeluarkan dari saku bajunya.

Allah Taala berfirman, "Dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mu'jizat yang lain (pula)." (QS. Thaahaa: 22)

Nabi Isa alaih salam memiliki mukjizat dapat membuat burung hidup dari tanah liat dengan izin Allah, menyembuhkan orang buta dan orang berpenyakit lepra dengan izin Allah, memanggil orang-orang yang berada di dalam kubur dan semua menjawabnya dengan izin Allah. Allah Taala berfirman, "Dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku." (QS. al-Maaidah: 110)

Nabi Muhammad shallallahu alaih wa sallam memiliki mukjizat berupa al-Quran al-'Azhim. Ini adalah mukjizat para rasul yang paling besar. Allah Taala berfirman, "Dan jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS. al-Baqarah: 23) "Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain." (QS. al-Israa: 88)

Mukjizat Nabi Muhammad shallallahu alaih wa sallam lainnya adalah terbelahnya bulan ketika orang-orang Mekah meminta satu tanda yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang nabi. Allah Taala berfirman, "Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus". (QS. al-Qomar: 1-2)

Demikianlah beberapa contoh mukjizat para rasul. Sungguh, mukjizat-mukjizat mereka itu banyak sekali. Lebih khusus mukjizat Nabi kita Muhammad shallallahu alaih wa sallam. Allah menguatkan beliau dengan banyak tanda dan bukti yang tidak terkumpul pada seorang nabi pun sebelum beliau. Apa yang disebutkan di atas hanya sekadar contoh.

 

Karamah Para Wali

Karamah adalah perkara luar biasa yang tidak disertai pengakuan kenabian dan bukanlah pendahuluan kenabian. Ia terjadi pada seorang hamba yang tampak keshalihannya, benar keyakinannya dan suka berbuat kebajikan. Dengan demikian, suatu perkara biasa yang terjadi, mukjizat para Nabi, dan kejadian-kejadian aneh pada tukang sihir dan dukun tidaklah disebut karamah.

 

Contoh-contoh Karamah

Karamah para wali banyak sekali contohnya. Seperti apa yang pernah terjadi pada sebagian orang shalih dari umat-umat terdahulu dan umat Nabi Muhammad shallallahu alaih wa salam. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Peristiwa yang Allah beritakan tentang Maryam alaihas salam. Allah Taala berfirman, "Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab." (QS. Ali Imraan: 37)Peristiwa para penghuni gua yang tertidur selama ratusan tahun. Allah membawakan kisahnya di dalam al-Quran surat al-Kahfi.Peristiwa yang terjadi pada Usaid bin Hudhair radhiyallahu'anhu ketika pada suatu malam beliau membaca surat al-Kahfi, turunlah sesuatu dari langit seperti awan yang membawa sinar. Ketika ditanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaih wa sallam, ternyata itu adalah para malaikat yang turun karena bacaan Quran beliau.Khubaib bin 'Adi radhiyallahu'anhu. Ketika beliau ditawan orang-orang musyrik Mekah, Allah memuliakan beliau. Beliau diberi anggur yang kemudian dimakannya, padahal di Mekah tidak ada satu pun anggur ketika itu.Peristiwa yang terjadi pada Abu Muslim al-Khaulani rahimahullaah ketika beliau ditawan oleh Abu al-Aswad al-Ansi, seorang yang mengaku sebagai nabi. Abu al-Aswad al-'Ansi mengatakan kepadanya, "Apakah Anda bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?" Beliau menjawab, "Saya tidak mendengar." Kemudian ia berkata lagi, "Apakah Anda bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?" Beliau menjawab, "Ya." Maka beliaupun dilempar ke dalam api. Lalu beliau didapati sedang shalat di dalam kobaran api tersebut.

Masih banyak lagi kisah-kisah lain yang sejenis di dalam kitab-kitab siroh dan tarikh.

 

Perbedaan Antara Mukjizat dan Karamah

Dengan definisi yang telah disebutkan tentang mukjizat dan karamah, dapat disimpulkan bahwa mukjizat terjadi disertai pengakuan kenabian, sedangkan karamah tidak. Dan karamah terjadi pada diri seseorang, karena mengikuti Nabi dan istiqomah di atas syariatnya. Secara ringkas, mukjizat adalah untuk para nabi, sedangkan karamah untuk para wali. Di sini perlu dijelaskan bahwa istilah mukjizat untuk perkara luar biasa yang terjadi pada para nabi, dan istilah karamah untuk perkara luar biasa yang terjadi pada para wali merupakan istilah yang ditetapkan oleh para ulama. Ia tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Namun makna dua istilah ini kembali kepada kebenaran yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

 

Friday, 1 September 2017

Umar Bin Abdul Aziz ra. Seorang Pemimpin Teladan dan Juga Seorang Ulama


Oleh : Nuim Hidayat (Penulis Buku ‘Imperialisme Baru’)

Suatu ketika sahabat Abdullah bin Zubair berkata,” “Suatu malam aku sedang menemani Umar bin Khattab berpatroli di Madinah. Ketika ia merasa lelah, ia bersandar ke sebuah dinding di malam gelap buta, Ia mendengar suara seorang wanita berkata kepada putrinya, ‘Wahai putriku, campurlah susu itu dengan air.’ Maka putrinya menjawab, ‘Wahai ibunda, apakah engkau tidak mendengar maklumat Amirul Mukminin?’ Ibunya bertanya, ‘Wahai putriku, apa maklumatnya?’ Putrinya menjawab, ‘Dia memerintahkan petugas untuk mengumumkan, hendaknya susu tidak dicampur dengan air.’ Ibunya berkata, ‘Putriku, lakukan saja, campur susu itu dengan air, kita di tempat yang tidak dilihat oleh Umar dan petugas Umar.’ Maka gadis itu menjawab, ‘Ibu, Amriul Mukminin memang tidak melihat kita. Tapi Rabb Amirul Mukminin melihatnya. “

Umar mendengar perbincangan ibu dan anak itu. Maka ia menugaskan pengawalnya untuk menandai rumah itu dan mencari informasi lebih lanjut tentang anak gadis itu. Setelah itu, Umar kemudian memanggil putra-putranya dan mengumpulkan mereka, Umar berkata, ‘Adakah di antara kalian yang ingin menikah?’ Ashim menjawab, ‘Ayah, aku belum beristri, nikahkanlah aku.’ Maka Umar meminang gadis itu dan menikahkannya dengan Ashim. Dari pernikahan inilah lahir seorang putri yang di kemudian hari menjadi ibu bagi Umar bin Abdul Aziz. Sedangkan ayahnya adalah Abdul Aziz bin Marwan, salah seorang gubernur yang shaleh dari Bani Umayah.

Umar bin Abdul Aziz terkenal dengan kezuhudannya, kealimannya dan kepeduliannya yang tinggi terhadap urusan rakyat. Suatu ketika seorang penduduk mengadukan kepada Umar tentang nasibnya. Ia melaporkan bahwa ada pejabatnya yang telah merampas toko-tokonya. Pejabat itu lantas dipanggil Umar dan kemudian ia memerintahkan pejabat itu untuk mengembalikan toko itu kepada penduduk yang memilikinya. Tapi pejabat itu bandel, ia tidak menaati perintah Umar. Khalifah Umar kemudian memanggil polisinya dan mengatakan,”Jika dia mengembalikan toko itu kepada pemiliknya, maka tinggalkanlah dia. Tetapi bila orang itu (pejabat) masih membangkang juga, maka pancunglah kepalanya.” Karena ancaman yang keras itu, akhirnya pejabat itu mengembalikan toko itu kepada pemiliknya.

Kiyai Firdaus AN dalam bukunya Kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz menceritakan, di masa Umar bin Abdul Aziz, terjadi fitnah adanya ‘saling mencaci’ antara pengikut Sayidina Ali dan Bani Umayah. Pencacian itu kadang-kadang dilakukan di mimbar-mimbar. Umar bersedih, karena ia mengetahui kehebatan dan kealiman Sayidina Ali. Maka kemudian ia memerintahkan kepada rakyatnya untuk menghentikan pengutukan terhadap Sayidina Ali dan menyuruh para khatib untuk menggantinya dengan membaca surah an Nahl ayat 90 dan atau surah al Hasyr ayat 10.
“Sesungguhnya Allah menyuruh berbuat adil dan berbuat kebajikan (ihsan), member kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia member pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (an Nahl 90)
“Ya Tuhan kami beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan Kami sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (al Hasyr 10)

Untuk menjaga keadilan dan kelancaran administrasi Negara, maka Umar bin Abdul Aziz melarang para gubernur dan pejabat-pejabat berdagang untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun familinya. Umar menulis surat berikut: “Kami berpendapat, bahwa seorang Imam (pemimpin Negara) tidak pantas untuk berdagang. Begitu pula tidak halal bagi seorang gubernur untuk berdagang di dalam wilayah kekuasannya. Karena seorang Amir bila ia berdagang ia akan mudah melakukan monopoli dan membenarkan perbuatan yang merusak Negara, sekalipun ia berusaha keras untuk tidak berbuat demikian.”

Untuk itu, agar para pejabatnya tidak berbisnis dan tidak menyelewengkan uang negara, maka Umar memberikan gaji yang cukup tinggi kepada para pejabatnya. Karena begitu makmurnya Negara saat itu, hingga gaji para pejabat itu sampai ada yang berjumlah tiga ratus Dinar.
Memang kemakmuran dan keadilan mewarnai Negara pada saat itu. Yahya Ibnu Said berkata,”Umar bin Abdul Aziz telah mengutus aku ke Afrika Utara untuk membagi-bagikan zakat penduduk di sana. Maka aku laksanakanlah perintah itu. Lalu aku cari orang-orang fakir untuk kuberikan zakat itu pada mereka. Tetapi kami tidak mendapatkan seorangpun juga dan kami tidak menemukan orang-orang yang menerimanya. Umar betul-betul telah menjadikan rakyatnya kaya. Akhirnya kubeli dengan zakat itu beberapa orang hamba sahaya yang kemudian kumerdekakan.”

Meski rakyatnya kaya, Umar hidup sederhana. Kezuhudannya terkenal di seluruh penjuru wilayahnya. Ia member anak-anaknya pakaian dan makanan yang sederhana. Sering anak-anak perempuannya disuguhi dengan makanan kacang dan bawang merah, sambil dia menangis dan berkata,”Apa gunanya wahai anak-anakku. Kalian hidup dengan mengecap bermacam-macam makanan yang lezat, tetapi yang mempersiapkan itu karenanya pergi masuk neraka.”

Umar memang umara yang sekaligus ulama. Pendalamannya yang mendalam terhadap agama, menjadikannya pemimpin yang adil, bijaksana dan menjadikan Islam bersinar terang karena pemimpin dan masyarakat menerapkannya bersama. Ia bukan pemimpin yang zalim yang menyebabkan agama menjadi rusak. Dalam Mukhtarul Haditsun Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Hasyimi mengutip hadits Rasulullah saw : “Pernyakit agama ada tiga: orang yang faqih tapi fajir (suka berbuat dosa besar), imam yang jair (suka berbuat zalim) dan mujtahid yang jahil (bodoh).” HR Ad Dailami dari Ibnu Abbas.

Karena itu, kakeknya Umar bin Khattab pernah memberi nasehat kepada rakyatnya.”Perdalamlah ilmu agama, sebelum kamu menjadi pemimpin.” (tafaqqahu qabla an tusawwadu). Dan Umar bin Abdul Aziz pernah memberi kepada gubernur-gubernurnya: “Adapun kemudian daripada itu, Allah Azza Wajalla telah memuliakan pemeluk-pemeluknya dengan agama Islam, menjunjung tinggi mereka serta menghormatinya. Sebaliknya mengecilkan dan merendahkan martabat orang-orang yang menentang mereka itu. Dan Allah telah menjadikan mereka sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk kepentingan umat manusia. Dari itu janganlah sekali-kali kalian menyerahkan kepemimpinan mereka kepada orang-orang dzimmi. Karena nanti mereka membelenggu tangan dan mengunci lisan orang Islam, yang dengan begitu kalian berarti merendahkan mereka setelah Allah memuliakan mereka dan menghinakan mereka setelah Allah meninggikan martabat mereka…”

Khalifah yang mulia ini lahir pada 63H (682M) dan hanya memerintah selama dua setengah tahun saja (717-720M). Ia meninggal pada usia 38 tahun, karena diracun oleh sekawanan orang yang dendam dengannya. Pembunuhnya berhasil ditangkap dan mengaku mendapat bayaran seribu Dinar. Uang itu akhirnya dimintanya dan dimasukkan ke Baitul Mal.

Akhlaq Mulia Adalah Faktor Utama Dalam Berdakwah


Oleh: Mohammad Natsir (Mantan Ketua Umum Masyumi)

"Aku hanya diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlaq" (HR Malik)

"Wahai Tuhan Kami. Dan bangkitlah diantara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang menyampaikan kepada mereka kitab itu, dan hikmah, dan membersihkan mereka, karena sesungguhnya Engkaulah yang Gagah, Maha Bijaksana." (Al Baqarah 129).

Sudah kita jelajahi bagaimana daya tarik lisanul hal dan uswah hasanah di bidang da'wah. Tarikan bahasanya ibarat tarikan magnet (besi berani) terhadap apa saja yang bersifat logam, yang bermutu tinggi atau yang tidak. Sumber tenaga bagi daya tarik itu tidak lagi terletak pada ilmu, dan tidak pula pada hikmah. Ilmu dan hikmah hanya pembuka jalan. Sumber tenaganya sendiri terletak pada akhlaq pribadi dari pembawa da'wah sendiri.

Akhlaq dengan mempergunakan ta'rif yang lazim, ialah: yakni, sifat yang berurat berakar pada diri seseorang, yang terbit daripadanya amal perbuatan dengan mudah, tanpa dipikir-pikir dan ditimbang-timbang lagi, secara spontan kata orang sekarang. Baik atau buruknya amal perbuatan yang terbit secara spontan itu tergantung pada baik atau buruknya akhlaq pribadi yang bersangkutan. Lisanul hal yang baik dan uswah hasanah yang menarik hanya bisa terbit dari akhlaq yang baik dan mulia, kahlaqul karimah. Begitu pula sebaliknya.

Adapun yang dibawakan seorang mubaligh adalah wahyu Ilahi dan Sunnah Rasul. Yakni barang yang hak dan murni, yang sebenarnya sudah mengandung daya dan kekuatan sendiri, ibarat singa yang bisa dilepaskan, sanggup mencari dan menaklukkan mangsanya sendiri. Akan tetapi sebelum dia dapat dilepaskan, yakni sebelum isi dari da'wah itu dapat dihidangkan dan diperkenalkan secara mendalam, mata orang, pada taraf pertama lebih banyak tertuju kepada apa yang dapat dilihat dan didengar  dari hal ihwal dan sifat pribadi yang membawanya.

Penilaian orang terhadap akhlaq pribadi pembawa da'wah itu, sebagian besar mempengaruhi, malah bisa menentukan, apa akan terbukakah pintu bagi isi da'wah yang disampaikannya atau tidak. Umpamanya bagi seorang kaisar Romawi, Heraclius, sesudah dia mendengar dari Abu Sufyan, yang dikala itu belum masuk Islam, malah diantara para pemimpin Quraisy yang paling gigih memusuhi Rasulullah saw bagaimana sifat-sifat Muhammad saw beserta pengikut-pengikutnya, sudah merasa cukup untuk mengambil kesimpulan:

"…Bila semua yang engkau terangkan itu benar, niscaya ia (Muhammad saw) akan menguasai bumi yang ada di bawah telapak kakiku ini. Aku sudah tahu bahwa seorang Nabi akan datang, tapi aku tidak sangka, bahwa dia akan dibangkitkan dari kalanganmu (bangsa Arab). Sekiranya aku sampai ke tempatnya, pasti akan kuperlukan menemuinya. Dan bila aku berhadapan dengan dia, akan kubasuh kedua telapak kakinya."[1]

Yang diterangkan oleh Abu Sufyan kepada Heraclius, dalam menjawab satu rentetan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan secara kategoris oleh Raja Romawi itu kepadanya, antara lain ialah bahwa:Muhammad saw tampil sebagai Rasul dari kalangan kaumnya sendiri, tidak ada diantara nenek moyangnya yang menjadi raja, tidak ada sebelumnya diantara kaumnya yang menyampaikan ajaran-ajaran seperti yang dibawakan oleh Muhammad saw

Pengikut-pengikutnya pada umumnya terdiri dari orang-orang awam yang miskin. Tidak seorangpun dari pengikutnya yang murtad lantaran tumbuh benci kepada agama itu sesudah dimasukinya, Pengikutnya tidak berkurang, malah kian hari kian besar jumlahnya tidak pernah Muhammad saw kedapatan berdusta dan Tidak pernah ia mengkhianati janji.

Yang diajarkannya ialah supaya menyembah Allah semata-mata, dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, melarang menyembah berhala, menyuruh menegakkan shalat, mengeluarkan zakat dan hidup bersih lahir dan batin. Bagi seorang Heraclius yang berfikir secara kritis, pengetahuan tentang akhlaq pribadi Muhammad saw (serta hal ihwal para pengikutnya) yang diperoleh dari fihak lawannya sendiri, yang demikian itu baginya sudah cukup untuk sampai kepada kesimpulan seperti yang diucapkannya itu.

Dengan demikian pintu sudah terbuka, dan kebenaran sudah sampai, yakni diterima. Adapun apakah pengakuan kepada kebenaran itu oleh seseorang, selanjutnya juga akan  menjelma menjadi hidayah bagi dirinya, yang menuntun amal perbuatan dan tindak tanduknya, seterusnya, ini tidak lagi terletak dalam kekuasaan pembawa da'wah. Ini terletak di luar "wilayah da'wah" seperti yang pernah kita kemukakan terdahulu.[2]

Hutang pembawa da'wah, sebagaimana juga pembawa risalah adalah menyampaikan sehingga sampai, dalam arti yang demikian itu. Dan hutangnya juga, sekurang-kurangnya menjauhkan diri dari sisi pribadinya sendiri segala sifat-sifat dan tingkah laku yang dapat merintangi sampainya kebenaran yang dibawakanya. Soalnya bagi seorang mubaligh ialah bahwa satu kali dia melangkahkan kaki ke dalam gelanggang da'wah, maka semua mata dan telinga di sekitarnya tertuju kepada pribadinya, kepada tingkah lakunya, kepada sifat dan tabiatnya, ringkasnya kepada apa yang disebut "hidup pribadinya".

Boleh dikatakan bahwa semenjak itu, dia sebenarnya tidak lagi mempunyai hidup pribadi dalam arti yang lazim dipakai untuk orang lain. Semenjak itu dia menjadi "milik masyarakat", seorang "public person" dalam arti yang luas. Dia tidak bisa bersikap, turut saja perkataanku, jangan pedulikan bagaimana aku dan apa yang aku lakukan si samping itu! Tidak! Andaikata ada sesuatu fungsi lain dimana yang bersangkutan bisa bersikap begitu, kedudukan sebagai seorang pendukung da'wah tidak mengizinkan berpendirian demikian.

Mau tak mau gerak gerik dalam hidup pribadinya bukan saja diperhatikan, tetapi juga langsung dijadikan orang bahan perbandingan dengan apa yang dianjurkannya dan yang dilarangnya sebagai mubaligh. Apa yang dilihat dan didengar orang dari hidup pribadinya itu bisa menambah kekuatan daya panggilnya sebagai pembawa da'wah tapi bisa pula melumpuhkan daya panggilnya, yakni bila lain yang tampak dari yang terdengar.

Begitu pembawaan dari tugasnya.

Da'wah dan akhlaqul karimah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan antara satu sama lain, kalau da'wah hendak berhasil. Banyak hal-hal yang sulit yang tak dapat diatasi dengan semata-mata ilmu yang kering, dapat diatasi dengan akhlaq. Sebaliknya banyak kesulitan baru yang bisa timbul bila da'wah tidak didukung oleh akhlaq.

Salah satu contoh:

Suatu hal yang karakteristik (bersifat khusus) dari pekerjaan seorang mubaligh ialah bahwa ia melakukan tugasnya dalam rangka dan suasana kemerdekaan berfikir, yang diakui dan ditegaskan oleh Risalah sendiri, sebagaimana telah dikemukakan dalam bab Fiqhud Da'wah yang terdahulu. Seorang mubaligh yang menerima kemerdekaan berfikir dan mengatakan pendapat sebagai salah satu hak asasi, dan salah satu qaidah agama, tidak usah merasa kecil hati atau hilang kesabaran, apabila dalam melakukan tugasnya ia melihat ada berbagai perbedaan pendapat di kalangan umat Islam sendiri tentang masalah agama. Yakni berupa perbedaan –perbedaan pendapat yang disebut ikhtilaf. Baik di bidang hukum fiqh ataupun dalam soal-soal yang sudah menyinggung bidang aqidah, ada yang ringan dan ada yang berat.

Sudah tentu sebagai seorang mubaligh, ia tidak bisa menghindarkan diri daripada menentukan posisinya di tengah-tengah persimpangsiuran faham dan pendapat itu. Ia seorang tempat bertanya. Dia dilarang kitman, menyembunyikan kebenaran yang dia sudah ketahui.

"Dan janganlah kamu samarkan yang benar dengan yang salah, dan (Janganlah) kamu sembunyikan kebenaran padahal engkau ketahui." (Al Baqarah 42).

Tidak ada gunanya dia bersikap pura-pura tak tahu, dia meniru-niru siasat burung unta yang terkenal itu: yakni menyurukkan kepalanya dalam pasir, supaya jangan kelihatan bahaya datang. Tidaklah selaras pula dengan tugasnya, bila ia mencoba-coba menutup rapat semua jalan bagi perbedaan faham itu sama sekali dengan alasan supaya semuanya hidup rukun, damai dan tenang.

Air yang dibiarkan tergenang dalam tebat atau balong terus menerus, tidak dialirkan, tidak ditambah, tidak dikurangi, tentu saja tenang. Tenang tapi tidak ada yang bisa hidup di dalamnya, kecuali benih dari segala macam penyakit. Bukan "ketenangan" yang semacam itu yang dikehendaki Risalah Muhammad saw. Risalah menghendaki pembersihan, menghendaki perkembangan…

Untuk ini, Risalah mewajibkan tafakkur, tadabbur, tafaqquh fid din, tafaqquh fiddunya al mutathawwirah, membukakan pintu ijtihad atas garis-garis yang tertentu, dan dengan perlengkapan alat-alat yang diperlukan untuk itu. Terkenal antara lain dalam rangka ini percakapan Rasulullah saw dengan Muadz bin Jabal, di waktu Muadz akan berangkat untuk memimpin pemerintahan daerah Yaman :…*  (Dikutip dari buku Mohammad Natsir, Fiqhud Da'wah, Yayasan Capita Selecta dan Media Da'wah, 2008).n.
Oleh: Mohammad Natsir

Bertanya Rasulullah saw kepada Muadz:

"Dengan apa engkau menentukan hukum?"

Menjawab Muadz: "Dengan Kitabullah."

Rasulullah saw: "Jika engkau tidak dapati (di sana)?"

Muadz: "Dengan Sunnah Rasulullah saw"

Rasulullah saw: "Jika engkau tidak dapati ( di sana)?"

Muadz: "Aku akan berijtihad dengan pendapatku."

Rasulullah saw: "Segala puji bagi Allah yang telah menyesuaikan (pendirian) utusan Rasulullah dengan apa yang diridhai oleh Rasulullah." (HR Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

Rasulullah saw menggemarkan umatnya melakukan ijtihad dalam menghadapi "perkembangan zaman yang terus beredar" ini dengan sabda:

"Barangsiapa berijtihad dan hasilnya betul, maka dia mendapat dua ganjaran dan barangsiapa berijtihad sedangkan hasilnya salah, maka dia mendapat satu ganjaran." (HR Bukhari)

Tafaqquh fiddin dan ijtihad, tidak mustahil, malah lazim menghasilkan pendapat yang berbeda-beda: Ikhtilaf.

Maka tidaklah ada hikmah dalam suatu usaha untuk membekukan amar makruf nahi mungkar, lantaran hendak mengelakkan ikhtilaf, lantaran ingin menjaga agar ketenangan jangan terganggu dengan akibat: segala sesuatu jadi tergenang, terapung tak hanyut.

Hikmah dengan membungkamkan da'wah, bukan hikmah, tapi suatu kelumpuhan; kelumpuhan yang mengakibatkan umat menjadi jumud, beku dan kesesatan terus merajalela.

Al Qur'an melukiskan sikap jumud dengan jawaban golongan yang membeku itu terhadap panggilan da'wah antara lain:

قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آَبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

"…Mereka berkata: Cukuplah bagi kami apa-apa yang kami dapati nenek moyang kami atasnya…" (Al Maidah 104)

قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا

"…Mereka berkata: Hanya kami hendak menurut (cara-cara) yang dilakukan oleh nenek moyang kami…"(Al Baqarah 170)

قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا

"…Mereka berkata: Hanya kami menurut apa-apa yang dianut oleh nenek moyang kami…" (Luqman 21)

Tidak ada larangan agama terhadap ikhtilaf yang dihasilkan oleh tafaqquh fiddin dan ijtihad. Yang merusak keutuhan umat dan lantaran itu terlarang, ialah jumud dan tafarruq, beku dan berpecah belah.

Kita sama sekali tidak harus memilih hanya salah satu dari alternatif: beku atau pecah belah. Tak ada yang harus dipilih antara jumud dan tafarruq. Kedua-duanya harus ditolak, kedua-duanya harus disingkirkan.

Semata-mata ikhtilaf tidak otomatis mengakibatkan tafarruq.

Di kalangan para shahabat pun juga terdapat ikhtilaf, perbedaan faham tentang masalah-masalah fiqh, tetapi mereka tidak pecah belah lantarannya. Mereka berpegang kepada petunjuk Risalah sendiri, bagaimana cara menghadapi sesuatu perbedaan pendapat.

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

"…Maka apabila kamu berbantahan tentang sesuatu, maka pulangkanlah kepada Allah dan Rasul." (An Nisa 59).

Dengan demikian mereka terhindar dari tafarruq.

Diantara para imam mujtahidin yang besar-besar pun ada ikhtilaf. Terdapat ikhtilaf diantara beberapa pendapat Imam Syafii dan pendapat-pendapat guru beliau, Imam Malik; antara beberapa pendapat-pendapat Imam Ibnu Hambal dengan pendapat-pendapat guru beliau, Imam Syafii; antara beberapa pendapat Imam Abu Hanifah dengan pendapat-pendapat para Imam mujtahidin yang bertiga itu (rahimahumullah).

Mereka berpegang teguh kepada pedoman yang telah dipakai oleh para shahabat. Dengan rumusan kata-kata yang terang dan dengan gaya masing-masing, mereka tegaskan kepada para murid dan pengikut-pengikut mereka, supaya jangan sekali-kali menganggap fatwa mereka sebagai suatu kata keputusan yang tidak bisa dibanding lagi, supaya bila bertemu dengan nash Al Qur'an atau Sunnah Rasul yang berlawanan dengan fatwa mereka, yang dipegang ialah Al Qur'an atau Sunnah Rasul dan fatwa merekalah yang gugur.

Kepada setiap orang yang menelaah fatwa beliau, Imam Syafii mengamanatkan pula:

"Apabila kamu menemui dalam kitabku sesuatu yang bersalah dengan Sunnah Rasulullah saw, maka berpeganglah kepada Sunnah Rasulullah saw dan tolaklah apa yang kufatwakan." (Al Baihaqi, Al Manar, jilid IV, 693).

Berkata Imam Malik bin Anas,

"Aku hanya seorang manusia, bisa salah, bisa betul; maka perhatikanlah pendapat-pendapatku; semua yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah, perpegangilah, dan semua yang tidak sesuai dengan Kitab dan Sunnah, tinggalkanlah." (Ibn Abdil Barr, Al Manar, Jilid IV, 572).

Di waktu seorang bertanya kepada Imam Abu Hanifah bagaimanakah bila ternyata bahwa suatu fatwa beliau bersalahan dengan Kitabullah, dan bagaimana bila ternyata bersalahan dengan Sunnah Rasul. Beliau menjawab:

"Tinggalkan fatwaku lantaran (ketentuan) Kitabullah." Dan :

"Tinggalkan fatwaku lentaran (ketentuan) Sunnah Rasul saw. (Asy Syaukani, Al Qaulul Mufid 23).

Semakin tinggi mujtahid, semakin tinggi pula penghargaan mereka terhadap hak dan kesempatan untuk berijtihad bagi orang lain, baik yang sezaman dengan mereka ataupun yang datang sesudah mereka. Mereka berijtihad dengan sepenuh tenaga, dan penuh rasa tanggungjawab kepada Allah. Sebagaimana diketahui Imam Syafii tidak segan-segan mengoreksi fatwanya sendiri, bila beliau mengetahui, bahwa perlu dikoreksi. Dengan demikian ada Qaulul Qadim (fatwa yang terdahulu sewaktu di Irak) dan ada Qaulul Jadid (fatwa yang baru sewaktu di Mesir), dari Imam Syafii.

Berkata beliau,

"Tiap-tiap masalah yang sah atasnya dari Hadits Rasulullah saw dan menyalahi fatwaku, maka aku rujuk daripadanya (dari fatwaku), di waktu aku (masih) hidup dan sesudah aku mati." (Asy Syaukani al Qaulul Mufid 24).

 Ruju' kembali kepada kebenaran, bila ternyata keliru, mereka anggap suatu kewajiban, satu tindakan yang mulia, bukan satu keaiban.

Perhatikan pula, bagaimana "kolegialnya" segar dan ikhlasnya hubungan pribadi diantara mereka, sekalipun terdapat perbedaan diantara fatwa-fatwa mereka dalam beberapa hal. Meriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal,

"Telah berkata Syafii kepadaku: Bila kau mengetahui suatu hadits yang shahih, sampaikanlah kepadaku, supaya kujadikan dasar bagi fatwaku." (Al Manar IV, 694).

Sikap jiwa mereka yang bersih dalam semua hal, memang terbayang pula dalam kelaziman mereka menutup tiap-tiap fatwa mereka dengan kata-kata Wallaahu a'lam. Yakni: Inilah pendapatku, sebagai hasil dari ijtihadku, dengan sekuat daya ilmuku. Dalam pada itu Allah jua yang lebih mengetahui akan kebenaran.[i]

Sebaliknya berpantang pula mereka menggunakan kekuasaan duniawi untuk memonopoli fikiran orang banyak. Diriwayatkan bahwa pernah Khalifah Harun ar Rasyid bermaksud hendak mendekritkan fatwa Imam Malik sebagai "mazhab resmi" untuk dianut oleh seluruh warga negaranya. Tetapi Imam Malik sendiri yang tidak setuju dan melarang Khalifah berbuat begitu. (Asy Syaukani: Al Qaulul Mufid 28).

Demikianlah para imam mujtahidin menunjukkan dengan kata-kata yang terang, dan dengan contoh teladan yang amat indahnya dalam sejarah para ahli fikir dan perkembangan fikiran manusia, bagaimana yang disebut berijtihad, memeras otak mencari kebenaran, serta bertahkim kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul bila terdapat perselisihan faham: dan apa artinya mempertahankan keyakinan sendiri serta menghormati hak orang lain untuk berbeda pendapat. Sehingga terpelihara ikhtilaf tidak mengakibatkan tafarruq, keutuhan umat terpelihara, tanpa pembekuan dan keteguhan pendirian terjelma, tanpa taasub.

Demikianlah baik para sahabat ataupun para Imam Mujtahidin sama sekali tidak mengusahakan adanya pembekuan, sedangkan ikhtilaf diantara mereka tidak mengakibatkan tafarruq.

Maka tidak ada alasan sama sekali untuk terombang ambing dua hal yang tidak harus dipilih salah satunya itu, jumud atau tafarruq. Juga para alim ulama dan muballighin kita niscaya dapat menyingkirkan kedua-duanya. Petunjuk Al Qur'an tentang bagaimana menghadapi perbedaan pendapat itu, bukan dikhususkan untuk para Sahabat dan para imam mujtahidin zaman yang silam itu saja. Al Qur'an keseluruhannya berlaku buat mereka, buat kita sekarang ini, dan buat keturunan di belakang kita. Kebekuan dan perpecahan, kedua-duanya bisa disingkirkan dengan da'wah bil hikmah dengan mauidzah hasanah, dengan mujahadah billati hiya ahsan, dan dengan sama-sama bertahkim kepada Allah dan Rasul, dengan ridha! Dan dimana perlu dengan kesanggupan untuk keluar dari sesuatu pertukaran fikiran yang belum kunjung putus, dalam suasana "Allah lebih mengetahui" dan:

"Tuhan kita akan menghimpun kita, dan akan memberi keputusan antara kita dengan benar, dan Dialah Pemberi keputusan Yang Maha Mengetahui." (As Saba' 26).

Walaupun bagaimana , tidak dengan menyambung munadzarah yang belum selesai dalam kalangan para ahli, dengan pertengkaran mulut yang tak menentu di kalangan awam.

Pernah Imam al Ghazali menasehatkan kepada mereka yang hendak memasuki pembahasan-pembahasan "khilafiyah", supaya terlebih dahulu memenuhi ketentuan-ketentuan yang sudah "mutafaq alaih", yakni yang sudah tidak syak lagi, semua Umat Islam bersatu pendapat tentangnya.

Berkata beliau: "Semua ahli agama sudah sepakat, bahwa perbekalan untuk hidup akhirat adalah taqwa, dan wara' (kebersihan rohani dan kebersihan dari segala tingkah laku yang mungkar), bahwa mencari nafkah dengan jalan yang haram, memiliki harta haram, menceritakan keburukan orang lain (namimah), mencuri, berkhianat dan lain-lain hal yang terlarang oleh agama, hukumnya haram dan bahwa semua yang diperintahkan oleh agama, hukumnya wajib.

Maka apabila engkau sudah penuhi ini semua, aku akan ajarkan bagaimana jalan keluar dari kemusykilan masalah-masalah khilafiyah itu.

Tapi bila seseorang yang tidak memperdulikan kewajiban-kewajibannya yang "muttafaq alaih" ini semua, lalu bertanya-tanya kepadaku perkara soal-soal khilafiyah, dia itu bukan seorang awam (yang memang menghajatkan keterangan hukum untuk diamalkannya) tetapi seorang "jadaly", (yang suka debat berdebat) saja.

Adakah engkau melihat teman-temanmu yang sudah memenuhi (ketentuan-ketentuan) ini semua, lalu kena cekik oleh kemusykilan-kemusykilan masalah khilafiyah?", tanya Imam al Ghazali.[1]

"Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu sekalian ke dalam keselamatan dan jangan kamu turut langkah-langkah syaithan, karena sesungguhnya ia itu musuhmu yang nyata." (Al Baqarah 208).

Dalam hubungan dengan ayat-ayat surat al An'am 153 dan 159, Syekh Muhammad Abduh berkata antara lain:

"…Ayat-ayat ini adalah hujjah bagi ulama-ulama usul yang berkata bahwa hak itu adalah satu, tidak berbilang. Alangkah baiknya apabila mereka yang berpegang kepada usul ini, mewajibkan atas diri mereka, untuk berkumpul pada setiap kali mereka berjumpa dengan perbedaan faham, lalu membahasnya, untuk mencari kebenaran tanpa taasub dan tanpa nifaq, sehingga bila mereka dapat melihat kebenaran itu, mereka berijma' atasnya. Tetapi apabila sebagian dari mereka belum dapat melihat, maka mereka harus bertekun mencarinya dengan ikhlas, dan dan tidak ada seseorang diantara mereka memusuhi yang lain lantaran (masalah) itu, dan tidak pula menjadikannya suatu alat untuk perpecahan. Jalan hak adalah persatuan dan berserah diri (kepada Allah SWT) dan jalan-jalan syaithan adalah mengorbankan perpecahan dan permusuhan…Ini cukup diketahui di kalangan umat manusia. Hanya syaithan (senantiasa) memikat manusia kepada jalan-jalan yang ditempuhnya dan menggambarkan kepada mereka seolah-olah ada keuntungan-keuntungan dan kebaikan dalam perpecahan dan permusuhan…" Demikian Syekh Muhammad Abduh.

Maka tidaklah begitu sulit untuk mencarikan jawab bagi pertanyaan: darimana tafarruq.

Kalau kita mau mencari sumbernya secara jujur, nyatalah bahwa timbulnya tafarruq bukan saja lantaran tidak adanya hikmah dalam da'wah, tetapi terutama lantaran luputnya ikhlash, lantaran datangnya ananiyah yang menggantikan ikhlas, maka pulang kepada "tazkiyatun nafs" yang telah kita kemukakan dalam bab "Fqihud Da'wah" yang terdahulu.

Apabila sudah datang ananiyah mencampuri usaha da'wah, maka hinggaplah ria pada diri pembawa da'wah, dan taasub pada lingkungan pengikutnya. Penyakit riya disatu fihak, dan taasub di lain fihak, kedua-duanya menghalang-halangi seorang mubaligh untuk ruju' dari kekeliruan bila ada, kedua-duanya mendorongnya supaya mempertahankan tuahdan prestise diri dan golongannya, mendorongnya supaya terus pula mempertahankan tuah itu sampai jadi lebih besar lagi kalau masih bisa; kedua-duanya menutup matanya dari tempat bertahkim, yang ditunjukkan oleh Risalah, yang diperpegangi oleh para Sahabat dan para imam mujtahidin yang mukhlisin itu.

Ia lebih suka bertahkim kepada khalayak ramai yang turut menonton debat, kepada jumlah murid dan pengikut masing-masing: mana yang lebih banyak!

Para murid dan pengikutpun dibiarkan beradu antara satu sama lain, dimana saja asal bertemu, di tempat walimah, di tempat orang kematian, di pasar-pasar dan warung-warung kopi, lebih banyak bersifat perang ejekan dan cemooh, sambil membagi-bagi api neraka bagi masing-masing lawan daripada bertukar hujjah dan keterangan secara sungguh-sungguh. Segala sesuatunya demi untuk menegakkan tuah Tuan Guru masing-masing.

  Adapun din, adapun agama itu sendiri sudah lama tercecer di tengah jalan. Tidak lagi dirasakan sebagai kepunyaan Allah, akan tetapi sudah seolah-olah dijadikan milik monopoli masing-masing golongan untuk melayani kepentingan golongan masing-masing.

Ini sudah bukan ikhtilaf lagi dan bukan da'wah lagi. Yang macam ini tidak ada sangkut pautnya dengan da'wah lilLah, sebagai kelanjutan Risalah Muhammad saw.

"Sesungguhnya orang-orang yang membagi agama mereka, sehingga menjadi beberapa golongan yang berpisah-pisah, bukanlah engkau (Muhammad) dari (golongan) mereka tentang sesuatu apapun." (Al An'am 159).

Ini tafarruq dan sebab-sebab tafarruq.

Bukan lantaran adanya ikhtilaf, bukan lantaran adanya da'wah. Tetapi akibat dari turut campurnya hawa nafsu dalam da'wah. Akibat menyelinapnya sifat ananiyah, dengan rentetan anak cucunya ke dalam pribadi pembawa da'wah. Ringkasnya akibat pembawa da'wah ketinggalan akhlaq.

Dalam keadaan yang semacam itu, bagaimana pula dia akan mampu menebarkan benih akhlaq di kalangan umat sekitarnya? Dan kalau para penuntun beserta para pengikut sudah sama-sama ketinggalan yang satu itu, sedangkan hawa nafsu sudah memegang kendali, tafarruq apakah yang takkan bisa terjadi sesudah itu?

Segala macam akan bisa terjadi, dalam keadaan itu, walaupun ilmu masing-masing sudah menerawang langit:

"Maka sudahkah engkau perhatikan (keadaan) orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dan Allah biarkan dia sesat, padahal ia tahu (bagaimana yang semestinya)" (Al Jatsiah 23).

Segala macam akan bisa tersua, kecuali kalimatullah hiyal ulya, dan pembinaan umat atas dasar kalimah itu. Oleh karena itu akhlaq adalah soko guru bagi pembangunan umat. Rasulullah saw sendiri pernah menyimpulkan tujuan seluruh Risalahnya dengan:

"Sesungguhnya aku tidak diutus, melainkan untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia."

Risalah keseluruhannya ditujukan kepada penyempurnaan akhlaq yang mulia. Bagaimana akan melanjutkan Risalah itu dengan da'wah tanpa akhlaq pada sisi orang yang membawakan da'wah itu!

Tanpa akhlaqul karimah tak aka nada uswah yang baik, tak aka nada lisanul hal yang menarik, tak aka nada hajrun jamil, cara perpisahan yang indah, tak akan ada qaulan sadid, kata yang lurus dan tepat, keluar dari hati yang murni, tak aka nada mawaddah fil qurba, hubungan rasa ikhlas mesra dan dengan demikian, tak aka nada hikmah.

Yang akan mungkin ada hanyalah kecerdikan mempesona orang banyak, hampa dari jiwa iman dan taqwa. Dan dengan demikian yang akan mungkin ada pula, ialah semacam hiburan untuk umum, selama yang berpidato berdiri di atas mimbar, sebagaimana hiburan yang dapat dihidangkan oleh sandiwara komisi stambul, selama para pelakon bermain di atas panggung, sebelum layar diturunkan.

Tetapi bukan da'wah bilhikmah, bukan da'wah lilLah.

Akhlaqul karimah adalah tiang tengahnya da'wah.

Tidaklah pula suatu masyarakat itu menuntut supaya mubalighnya harus seperti malaikat. Mereka pun maklum bahwa mubaligh mereka bukan seorang Nabi yang ma'shum.

Yang diharapkan mereka ialah, supaya penuntun mereka itu memeloporimereka dalam perbuatan, untuk menegakkan amar makruf, yang dianjurkannya: mendahului mereka dalam menjauhkan diri dari kemungkaran yang disuruh jauhinya, mendahului mereka dalam menegakkan akhlaq dan moral yang tinggi.

Menegur Allah SWT dalam Al Qur'anul Karim:

"Adakah (patut) kamu menyuruh manusia berbuat kebaikan, padahal kamu lupakan diri kamu (sendiri), sedangkan kamu membawa kitab (agama kamu)? Kalau begitu apakah kamu tidak mau mengerti?" (Al Baqarah 44).

Yakni apakah kamu tidak mengerti, bagaimana seharusnya menjalankan tugasmu?

Diperingatkan pula selanjutnya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Kenapakah kamu berkata apa-apa yang tidak kamu kerjakan? Besar kemurkaan di sisi Allah, lantaran kamu berkata apa yang kamu tidak kerjakan." (as Shaff 2-3).

Yakni bila kamu tidak kerjakan bermacam kebaikan yang kamu sebut-sebut (anjur-anjurkan).

Nyatalah bahwa belumlah cukup, bila seorang pembawa da'wah baru hanya membawakan ilmu, dan membawakan hikmah dalam arti cara-cara mempergunakan ilmu itu.

Berdoa Nabi Allah Ibrahim as:

 "Wahai Tuhan Kami! Dan bangkitkan diantara mereka itu seorang Rasul dari (kaum) mereka, yang membacakan kepada mereka firmanMu dan mengajarkan kepada mereka Kitab itu, dan hikmah, dan membersihkan mereka, karena sesungguhnya Engkaulah Yang Gagah, Maha Bijaksana." (al Baqarah 129).

Doa Nabi Allah Ibrahim as telah terkabul dengan diutusnya Rasulullah, Muhammad saw yang membawakan kepada umatnya: ilmu (kitab), hikmah dan tazkiyah, pembersih rohani yang memancarkan akhlaqul karimah.

Maka kita berdoa kepada Allah Yang Maha Karim, semoga umat kita ini, senantiasa dikaruniai Ilahi, para pembawa da'wah yang selaku ahli waris Nabi-Nabi, memiliki ketiga-tiga unsur Risalah itu pada diri mereka: ilmu, hikmah, tazkiyatun nafs, dalam kadar setinggi mungkin yang dapat mereka miliki sebagai manusia mu'min yang mukhlish sehingga mereka sanggup menebarkan benih-benih tersebut, sebagai penawar hidup, ke dalam tubuh Umat Islam, dari masa ke masa! Amin! * (Dikutip dari buku Mohammad Natsir, Fiqhud Da'wah, Yayasan Capita Selecta dan Media Da'wah, 2008).n.

 

 

[1] Qisthasul Mustaqim, Tafsir Muhammad Abduh, jilid 3, 15.

[i] Imam Malik bin Anas, rela dihukum pukul, daripada melepaskan pendirian yang diyakininya. Imam Ahmad bin Hambal, dirantai oleh penguasa negara, Khalifah Ma'mun, lantaran tidak mau menurut perintah untuk merngubah pendiriannya mengenai suatu masalah aqidah (tentang hadits atau qadimnya Qur'an). Imam Abu Hanifah dipenjarakan oleh Khalifah al Mansur, lantaran tidak mau diangkat menjadi Qadhi. Beliau wafat dalam penjara.

[1] Shuwarun min Hayatir Rasul, Amien Dwaidar. Andaikata Heraclius sampai bertemu dengan Rasulullah saw, tentulah dia tidak akan dibiarkan memberi penghormatan semacam itu, satu perhormatan antara sesama manusia, yang walau bagaimanapun tidak dibenarkan oleh Islam.

[2] Sebagaimana diketahui, di waktu melihat bahwa para pembesar Romawi di kalangan istana menentang sikapnya itu, Heraclius khawatir akan kehilangan kekuasaannya lalu dia mundur. Tapi surat Rasulullah saw disimpannya baik-baik, tidak dirobeknya, sebagaimana dituntut oleh pembesar-pembesar istananya. Haus kepada kekuasaan duniawi juga menabirnya dari kebenaran yang sudah tampak olehnya, sebagaimana juga ketakutan dan ejekan dan cemooh orang telah menghambat Abu Thalib paman Rasulullah, untuk menerima seruan Muhammad saw. Meskipun demikian kekuasaan Heraclius tidak urung berkurang jua justru lantaran sikap yang maju mundur itu. Kaisar Najasyi yang sudah masuk Islam dengan yakin melepaskan diri dari kekuasannya, dan menghentikan pembayaran upeti kepada kerajaan Romawi. Tatkala Heraclius ditanya kenapa dia tidak bertindak terhadap Kaisar Najasyi, dia menjawab: "Seseorang menghajatkan agama, lalu dia pilih mana yang cocok. Demi Allah kalaulah tidak hendak tetap memegang kerajaanku, pasti aku akan berbuat seperti yang dilakukan oleh Najasyi." (Zaadul Maad III). Dalam pada itu apa yang diamalkan oleh Heraclius menjadi kenyataan juga. Islam berkembang juga sampai ke bumi yang pernah berada di bawah telapak kakinya itu (Syam), dan lebih luas lagi dari itu.

Kehidupan Dunia Ibarat Panggung Audisi, Seleksi Yang Terbaik



Sekarang ini dalam keseharian kita disuguhi banyak sekali acara pencari bakat di televisi. Mulai dari A sampe ke Z, ada semua. Semua konsep acara itu, tentunya satu, mencari bakat-bakat dari anak-anak muda yang teramat ingin eksis di dunia ini. Semua orang berjejal, dari yang muda sampai kepada yang tua. Mereka berjubel-jubel untuk antri, yang antriannya itu sampai mengekor ratusan meter, dengan hanya satu tujuan yaitu ingin menjadi artis terkenal, bisa disorot kamera dan tentunya bisa muncul di kotak yang bernama “Televisi”.Mereka rela berjam-jam mengantri dengan beragam dandanan yang aneh-aneh, dengan acuan fashion masa kini yang mereka lihat dari gaya artis-artis barat sana. Mereka dengan ikhlas dan rela meninggalkan waktu makannya demi mengikuti audisi. Bahkan tak jarang ada yang dengan sukarela meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim, memenuhi panggilan sayang dan cinta dari Sang Pemilik Sayang dan Cinta Sejati.

Padahal, tanpa disadari, kita semua adalah artis yang sangat terkenal. Setiap hari, bahkan setiap detik, kita di shoot oleh Cameraman yang super ulet dan teliti dengan menggunakan kamera yang super duper canggih dengan sutradara yang Maha Dahsyat. Manakala kita sendiri dan merasa tak ada yang mengawasi, kamera itu terus merekam setiap adegan yang kita buat. Film kita tinggal menunggu waktu untuk diputar.Nah saat waktu itu tiba, film kita pun akan ditonton seluruh ummat manusia mulai dari jaman Adam sampai nanti zaman akhir. Jadi sebenarnya kita adalah seorang aktris, yang kelak akan mendapatkan penghargaan berupa surgaNya ataukah nerakaNya.

Sekarang, tinggal bagaimana kita menjalankan setiap instruksi dari sutradara dengan baik. Ingat, seorang artis yang sangat berpengalaman saja bisa kena damprat sutradara manakala dia tidak profesional dan tidak menjalankan skenario sesuai arahan sutradara. Dia bisa saja kena marah sampai dipecat. Itu baru kejadian di dunia dan sesama manusia. Bagaimana bila berhadapan dengan Sang Sutradara sesungguhnya?  Ya, hal itu bisa berwujud cobaan, ujian, bahkan azab and finally berupa surgaNya atau nerakaNya. Jadi sebenarnya, kita semua adalah seorang artis di dunia yang fana ini, dunia yang penuh tipu daya. Karena memang dunia ini penuh dengan fatamorgana yang menyilaukan. Jadi, kita seharusnya mengikuti seluruh instruksi Sutradara karena kita sudah punya skenario yang berupa Al Qur’an dan Hadist. Sekali lagi, ingatlah bahwasa kita adalah seorang artis yang senantiasa dipantau dengan kamera yang super duper canggihnya.

Semoga kita semua bisa menjadi artis yang profesional dan bisa melaksanakan setiap instruksi dan arahan sutradara yang telah tertulis dalam skenarionya hingga kita dapatkan penghargaan berupa surgaNya kelak.

Insya Allah.

Oleh : masjid al amanah

Kewajiban Seorang Muslim Kepada Kitab AlQuran

Al-Qur'an adalah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau-lah Nabi & Rasul terakhir, pun dengan Al-Qur'an yang menjadi kitab suci terakhir. Al-Qur'an bukan dibuat oleh Nabi Muhammad, sebab beliau tidak bisa membaca. Nabi Muhammad SAW hanyalah perantara dari Allah SWT kepada seluruh manusaia.

Sebagai umat Islam, tentu Al-Qur'an tidak akan kita biarkan begitu saja sebagai pajangan, koleksi, atau apa pun.. Selain 5 rukun Islam, kita pun memiliki 5 kewajiban terhadap Al-Qur'an.. Berikut ke-5 kewajiban tersebut:

1 At Tilawah (dibaca)

At Tilawah artinya membaca. Mengapa wajib dibaca? Sebab tanpa dibaca mustahil untuk mengerti maknanya, dapat mengamalkannya, bahkan menyampaikannya. Bicara masalah membaca, hukum membaca Al-Qur'an dengan benar (memakai tajwid) adalah Fardhu 'Ain (wajib untuk setiap orang). Sementara hukum mempelajari ilmu tajwid tersebut adalah Fardhu Kifayah (wajib untuk sekelompok orang, apabila sudah ada yang menjalankan maka gugurlah kewajiban untuk sekelompok orang itu). Jadi mau tidak mau kita harus tetap mempelajari ilmu tajwid walau sedikit, sebab akan sangat sulit untuk membaca dengan tajwid yang benar pabila kita tidak mengerti ilmu tajwid sama sekali.

2 Al Hifzu (dihafal)

Menghafal… Mengapa Al-Qur'an wajib dihafal? Sebab apabila tidak dihafal tentu akan sulit untuk mengamalkannya. Misalnya Anda ingin sholat, namun tidak hafal Al-Fatihah dan surat pendek, tentu akan menyulitkan Anda saat sholat. Masalah menghafal ini tidak mesti seluruh isi Al-Qur'an yang kita hafalkan. Minimal surat-surat pendek untuk bacaan sholat kita. Pun apabila kita sering membaca Al-Qur'an, nantinya kita akan hafal dengan sendirinyaJ

3 al Fahmu (dipahami)

Memahami Al-Qur'an wajib bagi setiap muslim, mengapa? Sebab salah satu tujuan membaca adalah untuk memahami. Pun sebelum kita mengamalkan sesuatu, kita harus memahami dulu sesuatu itu, supaya tidak salah dalam mengerjakannya. Sama halnya dengan Al-Qur'an… Ia adalah pedoman hidup yang paling lengkap. Tentu apabila kita memahaminya, akan mempermudah kita dalam mengamalkan isinya.

4 Al A'malu (diamalkan)

Seorang yang memahami dan mengerti sebuah kebaikan namun tidak mengamalkan bagaikan lebah yang tidak menghasilkan madu.. Al-Qur'an ada sebagai pedoman hidup manusia untuk diamalkan isinya, supaya manusia dapat menjalani hidup ini dengan baik sesuai yang diridhoi oleh Allah SWT.

5 Ad Da'wah (disampaikan)

Kebaikan bukanlah hanya untuk diri sendiri saja. Alangkah baiknya apabila ia dapat dirasakan oleh orang lain. Kebaikan yang terus menyebar ini akan menjadi lahan pahala yang terus mengalir bahkan apabila kita sudah meninggal sekalipun, kebaikan itu akan terus mengalir layaknya air zamzam yang tak pernah berhenti memancar.
Diluar sana masih banyak umat Islam yang belum mengetahui kewajiban-kewajiban ini. Sebagai sesama muslim tentu kita wajib memberitahu mereka. Mereka adalah saudara se-iman kita. Jangan biarkan mereka membiarkan Al-Qur'an tergeletak begitu saja hingga berdebu..

Thursday, 31 August 2017

hadits rasulullah saw keutamaan puasa arafah 9 dzulhijah

puasa dihari arofah tidak wajib tapi sangat dianjurkan atau sunah muakad.Puasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) adalah besar faedahnya sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini.
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ اَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ اَحتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
“Artinya : … Dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) –aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu”.
[Shahih riwayat Imam Muslim (3/168), Abu Dawud (no. 2425), Ahmad (5/297, 308, 311), Baihaqi (4/286) dan lainnya

Wednesday, 23 August 2017

Kumpulan Daftar PT Abal2 / Perusahaan Penipu Berkedok Lowongan Kerja

Semakin sedikitnya orang yang bisa dipercaya adalah salah satu fenomena tanda akhir dunia. Orang yang amanah dan bertanggung jawab dijaman sekarang bagaikan jarum di padang pasir sulit dicari. Kemudian memahami banyak nya perusahaan berlandaskan tipu menipu yang marak sekarang ini, sebagai bukti makin maraknya orang tidak punya rasa malu atau bersalah atau menanggung dosa. Negri ini benar benar sedang krisis ahlaq dan agama.

Semakin banyaknya jumlah penduduk indonesia tak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada membuat banyaknya orang orang tidak bertanggung jawab menipu orang lain salah satunya iming iming kerja gaji lumayan kerjaan ringan dan menjanjikan tapi ahirnya kecewa dan tertipu. entah itu menipu dengan berbagai cara demi keuntungan pribadi semata, tak pandang mereka yang kesulitan cari pekerjaan cari makan justru malah dinjak sekalian, bagi kalian yang mendapat panggilan kerja dengan syarat yang mudah dengan modus iming iming gaji besar anda patut waspada, biasanya anda akan dimintai sejumlah uang alasan ini itu biaya pendaftaran administrasi surat jabatan bla bla, namun kenyataannya pada ahirnya anda tak dapat panggilan kerja yang ada ketipu ratusan ribu bahkan jutaan sudah jatuh ketimpa tangga begitu ibaratnya.

Untuk memastikan PT yang akan anda masuki abal abal atau tidak anda sebaiknya cari lewat menu find / cari browser anda jika ada salah satu  daftar info Alamat atau PT dibawah ini ada yang memanggil interview. sebaiknya tidak usah datang karena hanya akan tertipu, bukan dapat kerjaan. Berikut ini adalah Daftar 158 Perusahaan Modus Penipuan Kerja, semua Daftar Perusahaan Fiktif ini saya dapat dari berbagai informasi di beberapa situs yang juga peduli pada maraknya aksi penipuan terhadap para pencari kerja. Modusnya pencari kerja dimintai sejumlah uang tapi tidak kunjung dapat panggilan kerja.

Daftar 158 Perusahaan Modus Penipuan Kerja, terkenal dengan pura pura menyalurkan kerja gaji besar tapi ujung ujungnya kita hanya disuruh setor uang gambar soekarno puluhan lembar :
1. PT Mitra Utama Global (terkenal bgt nih)
2. PT PERSONAL PRATAMA
3. PT PERSONAL DEVELOPMENT
4. PT TRINANDA BAYO PERKASA
5. PT MULTI STRADA DEVELOPMENT
6. PT MANAGEMENT TRAINING
7.-PT UTAMA PERSONAL DEVELOPMENT
8. PT UTAMA INTERNATIONAL
9. PT HIGH TECH CENTER
10. PT AMITEX KARYA UTAMA
11. PT MITRA PERMATA INDONESIA
12. PT MITRA INDO BANDUNG
13. PT GLOBAL DEVELOPMENT
14. PT GLOBAL SEMESTA MANDIRI
15. PT ASIA INDO DEVELOPMENT
16. PT ASIA INDO PERSONAL
17. PT MANAGEMENT TRAINING SYSTEM INC
18. PT MITRA COMPANY
19. PT GLOBAL GROUP
20. PT LEGAL GROUP
21. PT UTAMA MITRA COMPANY
22. PT MITRAMA INDO
23. PT CIRCLE INDO TAMA
24. PT MITUGO ASIA
25. PT MULTI FINANCE
26. PT MITRAGO ASIA
27. PT PRADIPTA CIPTA
28. PT GLOBAL
29. PT CENTRAMA INDO
30. PT MITRA ASIA
31. PT PERSONAL DEVELOPMENT
32. PT INTI GLOBAL WIJAYA
33. PT LINTAS KOMPUTER
34. PT MITRA TECHNOLOGI
35. PT MULTI DEVELOPMENT INDONESIA
36. PT PANSIGA
37. PT BOLINDO P U
38. PT TRAMALINDO
39. PT MITRA INDO PERSONAL
40. PT PRATAMA DEVELOPMENT
41. PT BUMI PRIMA
42. PT ASIA MITRA
43. PT CIPTA DAYA INDO
44. PT KRIDA CIPTA
45. PT MULTI SENTRA TECHNOLOGI
46. PT MITRA COMPANY
47. PT PERSONAL DEVELOPMENT ASIA
48. PT GLOBAL TRADE COMPANY
49. PT UTAMA MITRA COMPANY
50. PT MARSA INDO
51. PT INTI TAMA KARSA
52. PT DEVELOPMENT ASIA BANDUNG
53. PT GLOBAL PERSONAL DEVELOPMENT
54. PT MITRA INDO PERSONAL
55. PT SENTOSA JAYA GROUP
56. PT SENTRA TEHNOLOGI
57. PT LINUX SENTRAL TAMA
58. PT CAHYA AMATARA
59. PT INDOTAMA PRAKARSA
60. PT UTAMA GLOBAL PERSONAL
61. PT BIMA PERRKASA
62. PT DEVELOPMENT PERSONAL ASIA
63. PT HRD STAFF
64. PT KARYA KARTIKA
65. PT TOOLKIT STAR DEVELOPMENT
65. PT GRAHA GROUP INDONESIA
66. PT ERA WISMA GROUP
67. PT TIRTA ASIA
68. PT PRISMA DEVELOPMENT
69. PT APRINDO BOYOLALI
70. PT PELINDO UTAMA DEVELOPMENT
71. PT GRATAMA INDONESIA
72. PT GRENDA JAYA UTAMA
73. PT MEGA CIPTA KARYA
74. PT GAMATECH INDONESIA
75. PT GARMAINT MAN
76. PT NIAGA ORION VOCK
77. PT UNITED SOLUSINDO CENTRE
78. PT MU COMPANY
79. PT INDO GOLDEN STAR
80. PT MTS INC DEVELOPMENT
81. PT NATAR MITRA DEVELOPMENT
82. PT CYBER FUTURE
83. PT GMX LOGISTIC
84. PT BPF (BEST PROFIT FUTURES)
85. PT SABINA TIRTA
86. PT NETWAY UTAMA INDONESIA
87. PT MUTIARA DWIMITRA
88. PT MU TRADE COMPANIES
89. PT PRIMATAMA
90. PT MARCSA GROUP
91. PT PRIEST TUNGGAL KARSA
92. PT INTAKA JAYA COMPANY
93. PT CENTRATAMA INDONESIA
94. PT ABDI KARYA MANDIRI
95. PT KARYA RASA
96. PT I' SUPPORT PERSONAL DEVELOPMENT
97. PT INTI MULTI TRADING
98. PT DIGI TAMA
99. PT DEVELOPMENT KOTA
100. PT TECHIE PERSADA
102. PT CIPTA ANUGRAH KENCANA
103. PT INTAKA JAYA
104. PT MITRA INDO BANDUNG
105. PT DREAM INC
106. PT CENTRALINDO DEVELOPMENT
107. PT DARINDO MULYATAMA
108. PT CAKRA BUANA SENTOSA
109. PT LABOR SERVICE COMULEINDO
110. PT MAHATMA KARYA PERKASA
111. PT GRAHA CITRA MANDIRI
112. PT CHEVRO ASIA PRATAMA
113. PT TECHNICAL DEVELOPMENT
114. PT TIRTA SURYA AGUNG
115. PT VIONA UTAMA
116. PT TEKHNIK HUANTEX UTAMA
117. PT PRODUCTION STELL INDOTAMA
118. PT ORICHALCOS
119. PT CIPTA PERKASA MANDIRI
120. PT MILLENIUM PUZZLE
121. PT INDO ARFANA
122. CV GAVINO JAYA UTAMA
123. PT UTAMA ELEKTRONIKA
124. PT NAMET INNOCENT GROUP
125. PT RFB
126. PT BANTARA TRINANDA
127. PT MULTI KARYA
128. PT SENTRATAMA GLOBAL SOLUSINDO
129. CENTRAMA INTI INDONESIA
130. PT YANSEN UTAMA
134. PT MAHKOTA INDORAYA
135. PT TIRTA PERSONAL
136. PT BARA RESOURCES INDONESIA
139. PT CENDANA ENGINEERING EXCAVATOR (CEE)/span>
140. PT LOGISTIC SERVICE CEMULEINDO
145. PT BUDI SENTOSA GEMILANG
146. PT SURYA MEGATAMA PERSADA
147. PT SENTOSA BINA PERKASA
148. PT INDAH PERMATA KARYA
149. PT PERSONAL ASIA
150. PT TIRTA ASIA INSTRUMENTS
151. PT PRIMA FAJAR
152. PT INDORIMA SENTOSA
153. PT HUTAMA INDONESIA
154. PT CCS
155. PT INTI GROUP INDONESIA
156. PT SPD
157. PT HDN, mengelem benang teh celup
158. PT RENGGANIS PRATAMA
Hati hati dengan alamat kantor penyalur abal abal dibawah ini , itu fix cabang PT. Rangga Rengganis yang selalu mencari mangsa melalui lowongan kerja di group FB , Olx , Koran dan media lainnya
1. KLATEN : Jl. Klaten-solo km 5 no 12 (seberang STIKES Duta Gama Klaten)
2. WATES : Jl. Wates-Purworejo km 5 no 12 (300m utara lampu merah Toyan)
3. SLEMAN : Jl. Magelang KM 10 – Ruko Warna Warni no 12 (500m lapangan Denggung)
4. BANTUL : Jl. Brajan no 12 Wonokromo Bantul Yogyakarta (perempatan jejeran ke barat 100 m sebelum sate pak Pong)
Tolong dibantu share di group lain , semoga tidak bermunculan korban korban selanjutnya dari penyalur abal abal tersebut. Terima kasih

DAFTAR PT MLM TIPU TIPU MODUS INVESTASI BERJANGKA ATAU JUALAN PRODUK GA JELAS DSB. 

WASPADA! Banyak penipuan lowongan kerja PT abal abal yang beredar di internet dan facebook. Berikut ini adalah PT PT penipu yang bermodus lowongan kerja gaji gede tapi justru banyak orang ketipu biaya berjuta juta bukannya dapat kerjaan. Perusahaan ini ternyata MLM atau Multi level marketing abal abal intinya anda suruh setor uang kalau mau dapat gaji nyari orang lain buat setor uang ke bos anda begitulah secara gamblangnya. jadi anda direkrut untuk nipu juga, berikut ini PT Mlm Abal abal
  1. PT. RAPRINDO
  2. PT. RAMALINDO
  3. PT. HADENA
  4. PT. MELIA SEHAT SEJAHTERA
  5. PT. BRAWIJAYA MANDIRI
  6. PT. MITRA UTAMA GLOBAL
  7. PT. BEST PROFIT
  8. PT. ANASINDO MEGAH SEMESTA
  9. PT. Q-NET (terkenal dengan modus membernya ditarik paksa uang 8 juta) 
  10. PT. AMOEBA ADVERTISING
  11. PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA/RFB SINARMAS
  12. PT. KONTAK PERKASA FUTURES
  13. PT. RAJAWALI
  14. PT. MACHINA
  15. PT. ABC
  16. PT. PRIMA INDO
  17. PT. MULTI DEVELOPMENT INDONESIA (MDI)
  18. PT. EAGLE GROUP
  19. PT. EQUTY WORD
  20. PT. KARYA MAS MAKMUR
  21. PT. PHAROS (MITRA INSAN SEJAHTERA)
  22. PT. GUNA INDAH MAKMUR
  23. PT. INTERPAN FUTURES
  24. PT. NCC SAMCO (sering nyebarin info di facebook)
  25. PT. SUMBER INDO PRATAMA (SIP)
  26. PT. ELANG PERKASA
  27. PT. GUNIMA
  28. PT. SALEM JAYA MANDIRI
  29. PT. DUTA NETWORK INDONESIA
  30. PT. BUDA MANDIRI CENTER GROUP
  31. PT. LUXINDO RAYA
  32. CV. ABC
  33. CV. ANUGERAH BAMBA CASSALLE
  34. PT. CAKRAWALA PERMATA SAKTI. (CPS)
Alamat yg diketahui:
-Jl.Jatinegara Barat no.09 Kampung
Melayu,
Pasar Waru JakTim
-Jl.Raya Gunung Sahari no.39 Lt.7 R.707,
Gedung Putera, JakPus
-Jl.Soekarno Hatta no.725K, Bandung
-Jl.Veteran 160 Umbulharjo, Yogyakarta
-Jl.Wates km 3,5 Kadipiro, Yogyakarta
*Nama PT sering berubah-ubah tapi
dialamat yg sama.
*Dipungut Biaya Rp 600rb-700rb
Nama2 PT abal-abal yg dipakai;
-CAKRAWALA JAYA
-CAKRAWALA BUANA SAKTI
-CAKRAWALA COLECTION

ALAMAT PT PENIPU MITRA UTAMA GLOBAL DAN SEJENISNYA YANG PATUT DICURIGAI 

-Jl.Dewi Sartika No.17 lt 2-3, Cawang-Cililitan JakTim (depan kampus STBA Pertiwi)
- Jl.Dr Susilo Raya No.112 lt3 Grogol JakBar (belakang terminal grogol-disamping kanan hotel feodora)
- kompleks LP3i gedung centra niaga blok A no 19 , lantai 3 , jl kramat raya 7-9 senen jakarta pusat
- Jalan RS.Fatmawati No.15Perkantoran LOTTEMART Fatmawati(D'BEST/Golden Fatmawati) blokD-10 lantai 3 Jakarta Selatan
- Jl.. MH Thamrin KAV 53
Wisma Kosgoro Lantai 4 Jakarta 10350 (seberang EX Plaza,dekat Sarinah Thamrin).
- GEDUNG BIRU No. 17B (Lt.2) Cililitan-cawang JAKTIM (dket Bank BTPN)
- Jl.Keamanan no.14 Gajah Mada
Jakarta Barat 11130
( Samping Hotel Grand Paragon )
- Jl.kramat raya gedung perkantoran sentra kramat blok a 20-21 lantai 4 senin jkt pusat...
-Jl. Kalibata Raya No.4C, Cawang JakTim
-Jl. Letjend Suprapto No.51, cempaka mas
-Jl.Pintu Besar Selatan No.41 Jakbar
-Jl. Gunung Sahari 3 no.14b atau 14c, Bungur, Senen, Jak-pus.
-Jl. Chairil Anwar ruko perkantoran kalimas blok A no.3A, kel. margahayu, Bekasi timur.
-Jl. Gedong Panjang Raya no.8 kel.pekojan, tambora, Jak-Bar.
-Jl. Gunung Sahari Raya no.5 Jak-Pus.
-Jl.Kedoya Raya no.2A Gadog, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jak-Bar.
-Ruko PTC blok 8-I unit 28,
Jl.Raya Bekasi km 21 Pulogadung, Jak-tim.
-Jl. Sultan Agung Ruko no.1 Rt07/Rw03 kel. Teluk, Purwokerto Selatan. kab.Banyumas Ja-Teng.
- jln.desi sartika no.4B gedung Cimaco lt.2 Cawang JAKTIM posisi kantor 500 m dr lampu merah beravo security/ depan apotik Kima farma. samping kanan kampus STIE
-Jl. Kapten Tendean 133A, Ngronggo Tulung Agung, Kediri
- gd perkantoran golden plaza blok D10 lantai 3
-Jl. Pahlawan 163 Rejo Agung, Kedung Waru, Tulung Agung
-Jl. Kapten Tendean no.52A Rt22/Rw09 kel.Demangan kec.Taman Kota, Madiun. Ja-Tim
-Jl. Kepiting Komplek Ruko Permata Indah no.2 kec. Banyuwangi. Ja-Tim.
-Jl.Ahmad Yani no.54 Bandung
-Jl.Leuwi panjang no.101B Bandung
-Jl.Bandung Rejo no.2 Semarang
-Jl.Hayam Wuruk no 25 (depan showroom mobil honda) Mangli-Jember
-Jl.Brigjen Katamso Ruko Rewin P7/4 Waru Surabaya
-Jl.Soekarno-Hatta 226-228 (samping bank btpn) utara psr legi, Ponorogo
-Jl.Magelang km 9 no.99 Denggung Sleman, Yogyakarta
-Jl.Parangtritis 3,5 Ruko Perwira Regency blok c no.11 Salakan Sewon Bantul, Yogyakarta
-Jl.Bambang Sugeng Mertoyudan, Prtokoan Metro square, Magelang
-Jl.Dr Saharjo no. 100E-102A lt1-lt4 Manggarai JakSel
- Jl.Salemba Raya lt4 Gedung Kenari Baru S406 JakPus
- Jl.Melawai Raya no.16 sebelah 7eleven, Blok-M JakSel
- Jl Melawai Blok C7 No.165 Blok M, JakSel
-Jl.H Samali no.31B Kalibata, Pasar Minggu JakSel
-Harco Mangga 2 blok C7 lt4
-Jl.Keamanan Gg. Kancil Rt08/04 no.14 JakBar
-Jl.Dewi Sartika 27A Ciputat Jaksel
-Jl.Raya Inpres kp Tengah 35A JakTim
-Jl.Boulevard raya gading serpong blok AA3 no.64 Tangerang
-Jl.Pahlawan 1000 kawasan golden boulevard blok C10 BSD City
Alamat PT MUG modus penipuan loker wilayah JABAR
-Gedung Graha Pool lantai 3 R302, Jl.Merdeka 110, Bogor
-Jl.Siliwangi 29-30 Bogor
-Sebrang supermarket Yogya, Cimanggu, Bogor
-Jl.Kh Soleh iskandar 2, Bogor
-Jl.Bahagia Raya 4, Depok Timur.
-Ruko Ramayana Mitra Bekasi blok B 21, Jl.Ir.H.Juanda 151, Bekasi Timur.
-Jl.Leuwipanjang 101B, Bandung
-Jl.Rajawali Barat 277A, Bandung
-Jl.Rancaekek Cipasir 216, Kab Bandung
-Jl.A.H Nasution km7 no:129, Cicaheum, Bandung.
-Jl.Raya Gadobangkong 119, Kab. Bandung Barat.
Alamat Penipuan LOKER lainnya utk Wilayah Ja-Teng & Ja-Tim.
- JALAN PARANGTRITIS KM 3.5 PERWIRA REGENCY SEWON,BANTUL,YOGYAKAR
- jl letjen sutoyo kav 1/no140Amedaeng sidoarjo
- Jl.Raya Mangkang 100, Semarang
- Jl.Ahmad Yani 159, Kartusuro, Solo
- Jl.Raya Solo KM 18 Dukuh Pundung Rt23/03 ds Ketaon kec Banyudono, Boyolali
- Jl.Ring Road Selatan 348B, Jogjakarta
- Jl.Magelang km 9,3 , Sleman, Jogjakarta
- Jl.Sunandar Priyo Sudarmo 45B Malang
- Jl.Mayjen Sungkono 1 Bumi ayu, Malang
-Jl.Slamet Riyadi Perum Pesona Regency blok AB 9, Jember
-Jl.Serayu Timur Ruko PGM 22-23, Madiun
-Jl.Sukarno Hatta 226-228 utara Pasar Legi, Ponorogo
-Jl.Raya kalimalang ruko bougenville blok A2 no.12A.
-Jl.Salemba Raya, gedung kenari baru lt.4
-Jl.kunir raya no.1 pinangsia kota/beos Jak-Bar.
-Jl. A.yani blok A2 no:8 bekasi barat.
-Jl.letjen suprapto no:504 J pkantoran gapkindo, cempaka putih.
-Jl.Boulevard raya gading serpong blok AA3 no.64, Tangerang.
-Harco Mangga 2 blok C7 lt.4
-Jl.Raya Buncit no21B lt4 griya intan, Jak-Sel.
-Jl.Pahlawan 1000 kawasan Golden B blok C 10 BSD City, Tangerang.
-Jl.Leuwipanjang no.101B, Bandung.
-Jl.A.Yani No.54, 100M sblm simpang 5 Asia Afrika, Bandung.
-Jl.Bandung Rejo no2 Mranggen, Semarang
-Jl.B katamso no.62f Jebres, Solo.
-Jl.Gunung Sari no: 5e, Surabaya.
-Jl.Parangtritis 3,5 Ruko Perwita Regency Blok C 11,
Salakan Sewon Bantul, Yogyakarta
-Jl.Magelang km 9 no:99, Denggung Tridadi, Sleman, Yogyakarta
-Jl.Keamanan gg.Kancil Rt08/Rw03 no:14, Jak-Bar
-Jl.Sunan Kalijaga no:18 Perkantoran Blok M lt 2A, Jak-Sel.
-Jl.Baru Underpass Ruko Puri Sentosa no:8, Duren Jaya,
Bekasi Timur.
-Jl.Gunung Sari 224 , samping kiri Naga Mas Motor Surabaya.
-Jl.Ahmad Yani 54 Rt01/Rw01, kel. Malabar, kec.Lengkong.
Bandung.

PT PT ABAL ABAL LAINNYA AKAN KAMI UPDET JIKA ADA INFO TERBARU DAN INFO KOMEN 

  1. PT. INTI TAMA KARSA  JL.KALIBATA RAYA NO. 4 RT. 09 RW. 05 CAWANG JAKARTA TIMUR INDONESIA 
  2. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (pt toyota palsu) GEDUNG Cimako Jln. Dewi sartika raya No. 4 Cawang Cililitan Jakarta Timur
  3. PT. INTI TAMA  JL AHMAD YANI RUKO SENTRA NIAGA KALIMALANG BLOK B1 NO. 19 LANTAI 3 BEKASI BARAT BERSEBELAHAN DENGAN BCP. 
  4. PT. TAMA JAYA  JL DEWI SARTIKA NO. 17. (LT 2) CILILITAN – CAWANGJAKTIM DEPAN KAMPUS STBA PERTIWI 
  5. PT. PERSADA INTRACOM  JL. Dr.SUSILO RAYA NO. 112 Lt.3 GROGOL - JAKARTA BARAT DI BELAKANGTERMINAL GROGOL, TEPAT DISAMPING KANAN HOTEL FEODORA LT.3 
  6. PT INKA ASIA PERDANA  NO. HP : 0878 9934 8088 EMAIL : hrd.manager@asia.com 
  7. PT ASIA PRIMA MANDIRI   NO HP : 0896 2395 9366 EMAIL : d_hrd@ymail.com 
  8. PT.AKITA PERDANA  Jl.Mayjen Sutoyo LT.3 NO16 Email : akitaperdana@yahoo.com, hrd.manager@asia.com 
  9. PT.SURYA ASIA TAMA  NO. HP : 081319359154 E-mail; hrd.verina@asia.com 
  10. PT INTI MARKA PERSADA   NO. HP : 089675878789 E-mail;  hrdpersonali@yahoo.com  
  11. KAYABA  NO.HP : 089675878789, Mengatasnamakan PT. Kapal Api Global Group  Jln.Gunung Sahari Raya no 5 jakarta pusat NO. HP : 083-875-6287 E-mail; irma_lestari1@yahoo.com
  12. PT.MAXGAIN    
  13. PT.EGA GRoup  
  14. PT.HARJAYA GROUP  
  15. NOMURA INTERNUSA  
  16. PT.GRAHA FINESA BERJANGKA ( GFB )  
  17. PT.APPCO DIRRECT  
  18. PT.GRANTON ADVERTISING  
  19. PT.SOLID GOLD BERJANGKA  
  20. PT.TRIJAYA PRATAMA  
  21. PT.INTER PAN PASIFIK  
  22. PT.TRIPAR MULTIVISION  
  23. PT.MJ NETWORK  
  24. mandiri group di plaza benhill  
  25. PT kasaba di arthaloka plaza  
  26. MAHETZA GROUP di wisma bumiputera lt.  
  27. PT GALAXINDO MANDIRI MITRA UTAMA (PT GMMU) GROUP  
  28. PT. CIPTA SARANA di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.  
  29. PT GAMA TEX/ GATMA TEXTILINDO  
  30. PT GMPK Karya/Petnostara Gasindo atau PT GMP Karya Group/ PT Gama Prima Karya  
  31. PT GATMA HOTEL  
  32. PT BAHTERA OKTA MANDIRI  
  33. PT Harjaya Group  
  34. PT BATAVIA FUTURES  
  35. PT HARUM DANA BERJANGKA  
  36. PT VALBURY FUTURES  
  37. PT FORTUNE CHANNEL  
  38. PT MAXCO FUTURES  
  39. PT DEA U TRADE  
  40. PT. Ekspresindo Global Artha Jl. Gatot Subroto gedung Patrajasa Lt. 1 kav. 32-34  
  41. PT PLATINUM BERJAMGKA  
  42. PT Ekspressindo Global Artha  
  43. PT. Graha Finesa Berjangka Wisma BNI 46 lt. 28  
  44. PT. Nomura Internusa Prima, Plaza Bumidaya lt. 13 (depan Mandarin Hotel)  
  45. PT. Maju Sejahtera Mandiri ,Wisma Bumiputera lt. 18  
  46. PT.OZON, DI JL.DAANMOGOT PERKANTORAN ARCADIA BLOK .E NO.2 BATU CEPER ,TANGERANG  
  47. PT. Galaxindo Mandiri Mitra Utama Group(GMMU/Gatrama) Wisma Benhil Lt.8 ruang A1-2 dan 2. Jl. Raya Pengasinan No.19 Jati Mulya Bekasi Timur. catatan:nama PT ini bisa ganti2 bisa
  48. PT.Galaxindo/Gatrama/Mandiri Utama/GAMA/Galaxi Indo,dll  
  49. PT Fipinsu mohaga indonesia  
  50. PT.MAM (Mahetza)  
  51. PT.Kasaba Indonesia Group  
  52. PT.GAMA TEX/ GATMA TEXTILINDO  
  53. PT.GMPK Karya/Petnostara Gasindo atau PT GMP Karya Group/ Gama Prima Karya  
  54. PT.BAHTERA OKTA MANDIRI  
  55. PT.GATMA HOTEL  
  56. PT.Harjaya Group  
  57. PT.Global trading  
  58. PT.GATRAMA  
  59. PT.MAM (Maju Anugerah Mandiri)  
  60. PT.Maju Sejahtera Mandiri  
  61. PT.NISMA EXIS JAYA diruko mutiara pondok cabe  
  62. PT.NOMURA INTERNUSA  
  63. PT.GRANTON ADVERTISING  
  64. PT Kasaba di arthaloka plaza  
  65. PT.MAHETZA GROUP di wisma bumiputera lt.18  
  66. PT.CIPTA SARANA di Pondok Kelapa Jakarta Timur.  
  67. BATAVIA FUTURES  
  68. HARUM DANA BERJANGKA  
  69. VALBURY FUTURES  
  70. FORTUNE CHANNEL  
  71. MAXCO FUTURES  
  72. DEA U TRADE  
  73. PT. Ekspresindo Global Artha Jl. Gatot Subroto gedung Patrajasa Lt. 1 kav. 32-34  
  74. PT PLATINUM BERJANGKA  
  75. PT Ekspressindo Global Artha  
  76. PT.Nisma exist jaya  
  77. PT BAhtera okta mandiri di gedung sarinah  
  78. PT.STAINLESS STELL yg alamatnya di Jl.Palmerah Barat No.32A  
  79. PT.GAMA OTO CASH / PT.GAMA PRIMA KARYA MAXGAIN   
  80. PT. GALAXI MANDIRI GROUP  
  81. MEDIA CITRA / udah ganti nama menjadi PT/CV BIMA, Dijalan Bantul km 4 No 411 Dongkelan, Yogyakarta. Kemarin saya hampir saja mau ketipu karena diimingi lowongan Produksi di sebuah perusahaan tisu. Kenyataan iklan tak sesuai kenyataan. Modusnya kita diiming  imingi kerja di PT bank swasta tapi disuruh setor uang jutaan katanya dijamin langsung masuk. 

Jika ada info terbaru lainnya tentang info PT abal2, Anda Tambahin sendiri dikolom komentar thanks marinsaling berbagi info dam peduli nasib sesama. 

Monday, 21 August 2017

Ciri-ciri Yakjuj Makjuj Dalam Al-Quran dan Hadits Rasul Saw

Yakjuj dan makjuj adalah mahluk yang akan muncul dan berbuat kerusakan ketika dunia mendekati akhir.


Disebutkan dalam riwayat Al-Imam Ahmad   dari Ibnu Harmalah, dari bibinya, Dia berkata:
 RasuluLLAAH SAW  berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda: "Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya ya'juj dan ma'juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai." (HR. Ahmad)


ALLAAH berfirman:

 "Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: 'Hai Dzulqarnain, sesungguhnya ya'juj dan ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?' Dzulqarnain berkata: 'Apa yang telah dikuasakan oleh RABB Ku kepadaKu terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah Aku dengan kekuatan (insan dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah Aku potongan-potongan besi.' Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: 

'Tiuplah (api itu).' Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, Diapun berkata: 'Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar Kutuangkan ke atas besi panas itu.' Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: 'Ini (dinding) adalah rahmat dari RABB Ku, maka apabila sudah datang janji RABB Ku DIA akan menjadikannya hancur luluh; dan janji RABB Ku itu adalah benar'." (Al-Kahfi: 92-98)

 Ya'juj dan Ma'juj ketika keluar tidaklah melewati sesuatu kecuali dirusaknya. Tidaklah melewati danau kecuali meminumnya hingga habis. Tidaklah mendapati manusia kecuali dibunuhnya sampai ketika mereka merasa menang membantai seluruh penduduk bumi, mereka menantang penduduk langit. Inilah kesombongan yang luar biasa dari ya'juj wa ma'juj.

 "Kemudian mereka berjalan dan berakhir di gunung Khumar, yaitu salah satu gunung di Baitul Maqdis. Kemudian mereka berkata: "kita telah membantai penduduk bumi, mari kita membantai penduduk langit." Maka mereka melemparkan panah-panah dan tombak-tombak mereka ke langit. Maka ALLAAH SWT kembalikan panah dan tombak-tombak mereka dalam keadaan berlumuran darah." (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan wa Asyrathus Sa'ah)

Binasanya ya'juj dan ma'juj dengan doa Nabi Isa 'Alaihissalam
Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam'an radhiyaLLAAHU 'anhu dalam hadits yang panjang. Di antaranya sebagai berikut:
Ketika ALLAAH SWT mewahyukan kepada Isa 'alaihissalam: Sesungguhnya AKU mengeluarkan hamba-hamba-KU yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-KU menuju Thuur. Lalu ALLAAH  keluarkan Ya'juj dan Ma'juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah1, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: "Sungguh dahulu di sini masih ada airnya." Ketika itu terkepunglah Nabiyullah Isa 'alaihissalam dan para sahabatNya. 

Hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini. Maka Isa dan para sahabatnya berharap (berdoa) kepada ALLAAH. Maka ALLAAH SWT pun mengirim sejenis ulat yang menyerang leher mereka. Maka pagi harinya mereka seluruhnya binasa menjadi bangkai-bangkai dalam waktu yang hampir bersamaan. Kemudian turunlah (dari gunung Thuur) Nabi  Isa dan para sahabatnya, maka tidak didapati satu jengkal pun tempat kecuali dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa 'alaihissalam pun berharap (berdoa) kepada ALLAAH. 

Maka DIA mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti unta, membawa bangkai-bangkai mereka dan kemudian dilemparkan di tempat yang ALLAAH kehendaki2. Kemudian ALLAAH kirimkan hujan yang tidak menyisakan satu pun rumah maupun kemah, lalu membasahi bumi hingga menjadi licin. Kemudian dikatakan kepada bumi itu: 'Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalilah berkahmu…" (HR. Muslim)

Wajib bagi kita beriman dengan berita ya'juj wa ma'juj karena berita tentang ya'juj wa ma'juj adalah berita dari ALLAAH dan Rasul-NYA, sehingga seorang Muslim yang beriman wajib menerimanya. Bukankah ciri-ciri orang yang bertakwa adalah beriman kepada hal ghaib yang dikabarkan oleh ALLAAH dan RasulNYA ? Dan termasuk hal yang ghaib adalah apa yang akan terjadi pada akhir zaman . Namun sebagian kaum muslimin, khususnya kaum mu'tazilah dan para rasionalis atau orang-orang yang terpengaruh oleh mereka, menolak berita-berita hadits yang -menurut anggapan mereka- tidak masuk akal. mereka menganggap hadits-hadits tersebut hanya akan membuat orang lari dari Islam.

 Ketika mereka mendengarkan hadits-hadits tentang diangkatnya Nabi Isa 'alaihissalam dalam keadaan hidup, akan turunnya beliau pada akhir zaman, berita tentang dajjal -yang sudah ada wujudnya dalam keadaan terbelenggu- atau tentang ya'juj wa ma'juj yang masih beranak-pinak dan terus menerus berupaya untuk keluar dari benteng yang dibuat oleh Dzulqarnain, dan lain-lainnya. Mereka benar-benar gelisah, panas dadanya seraya berkata: "Untuk apa hadits-hadits seperti ini disampaikan. Hadits-hadits ini akan menjadikan manusia semakin jauh dari Islam." mereka melontarkan olok-olok, celaan, dan berbagai macam ucapan penolakan terhadap hadits-hadits tersebut. Keadaan mereka ini persis seperti yang dikatakan oleh para ulama tentang ahlul bid'ah:

 Ahmad bin Sinan Al-Qaththan  berkata: "Tidak ada di dunia ini seorang mubtadi' (ahli bid'ah) pun kecuali akan membenci ahlil hadits. Jika seseorang mengada-adakan kebid'ahan niscaya akan dicabut kelezatan hadits dari hatinya." (Aqidatussalaf wa Ashhabul Hadits hal. 300)
 Abu Nashr bin Sallam Al-Faqih  berkata: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dan lebih dibenci bagi orang-orang mulhid (sesat) daripada mendengarkan hadits dengan riwayat dan sanadnya." (Aqidatus Salaf Ashhabil Hadits hal. 302)

 Al-Imam Ahmad bin Hambal   menyatakan: "Barangsiapa yang menolak hadits Nabi  , maka dia berada di pinggir jurang kehancuran." (Thabaqat Al-Hanabilah, 2/11 dan Al-Ibanah, 1/269; lihat Ta'zhimus Sunnah hal. 29)

 Al-Imam Al-Barbahari   menegaskan: "Jika engkau mendengar seseorang mencela riwayat-riwayat (yakni riwayat hadits yang shahih), menolaknya atau menginginkan selainnya, maka curigailah keIslamannya dan jangan ragu kalau dia adalah pengekor hawa nafsu, ahlul bid'ah." (Syarhus Sunnah hal. 51)

 Abul Qashim Al-Ashbahani   menerangkan: Ahlus Sunnah dari kalangan salaf berkata: "Barangsiapa mencerca riwayat-riwayat hadits, maka sepantasnya untuk dituduh keIslamannya." (Al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah 2/248. Lihat Ta'zhimus Sunnah, hal. 29)

 Al-Imam Az-Zuhri   – imamnya para imam pada zamannya- berkata: "Dari ALLAAH keterangannya, RasuluLLAAH SAW yang menyampaikannya, maka kewajiban kita adalah menerimanya." (Aqidatus Salaf Ashhabil Hadits, hal. 249)

Beliau   berkata juga: "Diriwayatkan dari salaf bahwa kaki Islam tidak akan kokoh, kecuali di atas fondasi at-taslim (yakni menerima dan tunduk pada seluruh ucapan ALLAAH dan RasulNYA, pent.)." (Aqidatus Salaf Ashhabul Hadits)

Sedang bangsa Atlantis dikabarkan sebagai yang maju dalam kemiliterannya, memiliki teknologi yang mutakhir, dan kota yang indah. Mereka adalah bangsa yang suka dengan peperangan untuk menguasai bangsa lain. Bangsa yang sejaman dengan mereka yang mereka anggap kuat tentunya ( Lemuria dan Yunani ). Kedua bangsa ini memiliki persamaan pada penggunaan kristal sebagai sumber kekuatannya. Mereka memempatkan kristal-kristal dalam kuil / tempat pemujaan mereka.

 Karena kesukaan bangsa Atlantis untuk berperang itulah akhirnya mereka menyerang bangsa Lemuria dan menguasainya. Ada sebagian orang yang berpendapat saat diserang ini ada sebagian dari kaum Lemuria yang pergi ke planet lain. Planet yang berada dalam gugusan bintang Pleiades. Yang sebagian mungkin saat ini kembali ke bumi dalam bentuk Alien. Cerita kedua benua yang kini hilang tersebut dikisahkan diakhiri dengan sebuah bencana banjir besar dan gempa bumi yang mengguncang keduannya. Keduannya tenggelam dan musnah.

 Para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno.Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya daripada sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun.

 Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama. Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi "Sembilan Lelaki Misterius" yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.
 Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri."Sembilan lelaki misteri" telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain. Buku bertajuk "Rahasia Rahasia Gravitasi" amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.
Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).

Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan.Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu "laghima", satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, "laghima" ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.
 Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai "Astras", dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun. Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia "antima" (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan "gerima" (bagaimana untuk menjadi seberat gunung). 

Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahawa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka! Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk meng membuat kajian tentang anti-gravitasi.

Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan. Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau "Astra"). Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan sebuah pesawat "Asvin" (atau Atlantean). Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India.

 Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam. Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan landscape sampai saluran air. Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis.Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh Kota-Kota Rishi" dalam teks klasik Hindu.

Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai "Vimanas!"Epiks India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah pesawat dan menara pada bagian atasnya.
 Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO. Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi bermelodi. Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat Vimana; sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut). Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan. Sedangkan bagian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana.

 Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung! Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama ditulis oleh ilmuwan Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya.Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir. Kitab itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (atau Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur.

Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana. Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.
 Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden. bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat. Sumber energi ini sekarang telah hilang. vimana telah disimpan di sebuah vimana griha, seperti penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri. Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin vimana mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf.

 Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka. Kakitangan hitler dan nazi juga dikatakan berminat dengan india kuno dan tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini. Merujuk pada dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks mahabarata dan ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri. Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber india lain yaitu samaranganasutradhara telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk.

Wallahualam