Thursday, 25 January 2018

Download Ebook 4 Kaidah Tauhid (Syarah Qowaidul Arba)



Buku dihadapan anda ini adalah sebuah penjelasan mengenai tauhid yang disampaikan salah satu ulama ternama yaitu syeh salih bin fauzan. Selamat membaca semoga menambah keimanan dan wawasan kita kepada Allah SWT 

Download EBook Pdf

Monday, 22 January 2018

Ketika Kita Nasehati Manusia Mereka Bilang "Suka Suka Gue"

Ketika kita nasehatin manusia supaya jangan maksiat takut ...dosa takut Allah ... dan ketika mereka bilang ini urusan gue ngapain ikut campur urusan orang lain.. seakan mereka itu menantang Tuhan.. sebaiknya kita sabar.. sangat mudah Tuhan menghancurkan bumi yang sebesar debu..apalagi cuma manusia yg tak terlihat kecilnya.. kenapa manusia maksiat dibiarkan Tuhan? Karena Tuhan Maha Penyayang.. dia menangguhkan urusan dia sampai hari kiamat.. dalam alquran dijelaskan "tunggulah waktu hari pembalasan tiba".. ketika itu manusia hanya tertunduk lesu dan sedih..karena siap disiksa malaikat berkata"mana suara tertawamu mana kesombonganmu ketika dulu kamu bangga bermaksiat didunia?" ... ketika kita dibilang gak usah sok alim.. kita justru harusnya senang.. daripada dibilang sok jagoan sok kurang ajar..

Mungkin kalian terheran dengan generasi sekarang yang ga takut dosa ... dinasehatin mbantah malah nantangin berkelahi. Atau bilang "suka suka gue" sebenarnya mereka hanya tidak mengenal Alloh.. mereka lebih dekat dengan smartphone daripada dengan Alquran. Mereka lebih dekat kepada setan daripada ulama.  

Sumber kemaksiatan adalah tidak mengenal Alloh dan dekat dengan setan. Setan itu bukan hanya jin kafir.. semua sarana prasana teknologi menuju kemaksiatan dan manusia panutan sesat itu juga setan. 


Friday, 19 January 2018

Syiah Agama Koplak, Pengikutnya Sedang Peringatan Assyura Imam Ulamanya Asyik Main Perempuan

Kata siapa semua agama itu sama.. apalagi syiah yang notabenenya agama yang sudah nyeleweng jauh dari islam tapi mereka masih mengaku islam. Ada sebuah berita nyeleneh dari aliran pengikut syiah ini. Sebagaimana diberitakan dari syiahindonesia.com Dalam agama Syiah, tanggal 10 Asyura merupakan hari berkabungnya pengikut Syiah atau hari duka dalam rangka memperingati hari kematian cucu baginda Rasulullah saw, Husain Ra. Namun sepertinya tidak bagi tokoh-tokoh atau ulama mereka. Agaknya fatwa "diwajibkannya" memukul-mukul dada hingga menyayat-nyayat anggota badan hingga berdarah darah itu hanya berlaku untuk para pengikut Syiah saja, tidak pada pembesar-pembesar mereka.

Fakta ini dibuktikan dari sebuah video yang diunggah oleh sebuah akun Facebook dengan nama Aidil Ade, @Yayasan.Nurul.Quran.SUMBAR. Dalam video yang ia unggah, ia menjelaskan bahwa salah seorang ulama Syiah justru malah asyik bersenang-senang dengan perempuan, disisi lain pengikut Syiah sedang mempersiapkan ritual bid'ah berupa hari berkabung atas wafatnya Imam Husain.

"Maaf baru di upload, kiriman dari seorang teman tentang Jaipongan Imam Syi'ah pada malam Asyuro.. Persiapan sebelum Cek In…" tulisnya dalam beranda Facebook (2/12/2015).

Inilah diantara bejatnya agama Syiah. Agama Syiah tak lain adalah agama penipu, dimana hampir semua ajarannya itu merupakan kepentingan pembesar-pembesar Syiah, Khumus salah satu contohnya."Ini hanya memaparkan Barang Bukti indahnya akhlak imam syi'ah.. bukan maksud untuk penyebaran video asusila…" tutupnya. 

Toleransi Kebablasan, Belasan Mahasiswi Berhijab Nekad Sholat Di Gereja

Mukadimah Ayat 


" Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kamu sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya. "

( Qs Al -Baqarah : 42 )


Mungkin inilah yang disebut dengan toleransi yang amburadul atau kebablasan mengatasnamakan toleransi untuk mencampuradukan yang haq dan yang batil merupakan perbuatan dosa besar yang hanya akan dilakukan oleh orang yang fasiq atau munafiq. Gelar mahasiswi muslim harusnya membuat golongan terpelajar ini melek tauhid tapi yang terjadi justru sebaliknya. Semakin berilmu bukannya semakin bagus agamanya malah semakin jauh akidahnya dan mendekati kekafiran. Sebagaimana telah diberitakan dari nahi munkar.comSeperti yang sudah diberitakan oleh hatree.co sebelumnya bahwa terdapat 14 Mahasiswa yang berasal dari Universitasi Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta turut menghadiri ibadah Malam Natal yang dilangsungkan di Gereja Kristen Jaw (GKJ) Margoyudan, Jalan Monginsidi, Solo.

Berita ini sempat membuat heboh para netizen karena terkesan sangat kontroversial. Namun, di sela kunjungan, para mahasiswa tersebut sempat meminta izin untuk dapat menunaikan ibadah Shalad Maghrib di dalam Gereja.

Para mahasiswa itu sempat meminta izin untuk dapat melakukan Shalat Maghrib dan Isya di dalam Gereja. Hal ini dilakukan karena mereka tak punya tempat khusus, Pendeta Wahyu Nugroho meminjamkan ruangan pribadinya untuk dapat digunakan sebagai tempat Shalat.

"Saat ibadah berlangsung kan melewati waktunya salat Magrib atau Isya gitu. Mereka meminta izin untuk melaksanakan salat. Dan pak pendeta memberikan kamarnya untuk mereka salat," kata Sekretaris umum GKJ Margoyudan, Winantyo Atmojo DJ, saat dikutip di Aula GKJ Margoyudan, Jumat (25/12) siang.

Winantyo juga menceritakan bahwa kedatangan para mahasiswa muslim tersebut mendapatkan sambutan yang baik dari para jemaat yang hadir. Kehangatan itu terlihat pada waktu mereka diperkenalkan kepada para jemaat. Tepuk tangan riuh dan jemaat sampai berdiri secara spontan untuk menghargainya.

"Pendeta kami, pak Wahyu Nugroho, memang sengaja memperkenalkan mereka pada para jemaat. Di tengah-tengah suasana peribadatan, mereka diperkenalkan. Kami semua berdiri dan memberikan tepuk tangan dan bersalaman," ujar Winantyo.

Winantyo menambahkan bahwa para masiswa tersebut menghadiri peribadatan dari awal sampai dengan selesai. Tetapi, mereka tak mengikuti prosesi ibadah dan hanya mengamati saja. Setelah misa malam Natal, mereka sempat bersalaman dengan para jemaat dan bahkan foto selfie bersama pemuda-pemuda gereja.

"Ini kebanggaan tersendiri bagi kami. Baru kali ini mendapatkan kunjungan seperti ini. Kami terbuka, siapapun yang mau berkunjung silakan, tidak ada syarat khusus, kecuali kalau atas nama lembaga resmi. Kami ingin menunjukkan bahwa antara muslim dan Nasrani memang tidak pernah ada rasa permusuhan. Para mahasiswa muslim juga telah membuktikan dan memberikan contoh yang baik bagi kerukunan umat beragama di dunia," ucap Winantyo.

***

Orang-orang yang berbuat demikian, akan terkena ancaman keras dari Allah Ta'ala, karena hal itu menunjukkan keridhaannya kepada acara tersebut. Padahal, seharusnya seorang muslim meninggalkan tempat tersebut dan tidak ikut mendengarkan atau memeriahkannya.

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139) وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا} [النساء: 138 – 140]

"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam." (QS. Al Nisa': 138-140)

Dalam tiga ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta'alamelarang duduk-duduk di majelis yang di dalamnya terdapat penghinaan dan pengingkaran terhadap ayat-ayat Allah. Dan di antara bentuk kekufuran yang paling besar adalah ucapan orang Nashrani bahwa Allah punya anak, dia mati, Dia satu dari tiga (trinitas), Maha suci dan Mahatinggi Allah dari apa yang mereka tuduhkan kepada-Nya.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang yang mendengarkan celotehan dari keyakinan-keyakinan batil ini, dia seperti mereka dan dihukumi sebagai munafik yang kelak akan dihimpun pada hari kiamat bersama mereka. Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan ini.

Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah berkata di dalam kitabnya Iqtidhâ' ash-Shirâth al-Mustaqîm, Mukhâlafah Ashhâb al-Jahîm."Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka mengandung konsekuensi timbulnya rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan, dan barangkali hal itu membuat mereka antusias untuk mencari-cari kesempatan (dalam kesempitan) dan menghinakan kaum lemah (iman)."

Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu dari hal itu, maka dia telah berdosa, baik melakukannya karena basa-basi, ingin mendapatkan simpati, rasa malu atau sebab- sebab lainnya, karena ia termasuk bentuk peremehan terhadap Dienullah dan merupakan sebab hati orang-orang kafir menjadi kuat dan bangga terhadap agama mereka.

Kepada Allah kita memohon agar memuliakan kaum Muslimin dengan diennya, menganugerahkan kemantapan hati dan memberikan pertolongan kepada Muslimin terhadap musuh-musuh mereka, sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

[SumberMajmû' Fatâwa Fadhîlah asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih al-'Utsaimîn, Jilid.III,h.44-46,no.403]. (kasus-kasus di Indonesia, lihat di buku Hartono Ahmad Jaiz, Bunga Rampai Penyimpangan Agama di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2007). (lihat nahimunkar.com).

Thursday, 4 January 2018

5 Hikmah Dibalik Kemacetan Yang Tidak Kita Sadari


Kemacetan memang sudah jadi tradisi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya atau yogyakarta dll . Mulai dari pagi hingga malam, pasti jalanan masih dipadati ribuan kendaraan. Bertambahnya pengguna kendaraan pribadi dan prilaku konsumtif masyarakat Indonesia jadi faktor utama penyebab kemacetan.Rata-rata orang pasti suka kesel atau bahkan emosi saat terjebak macet, dan menganggap kemacetan itu adalah musibah. Padahal, di samping banyak kerugiannya, ada juga lho hikmah di balik kemacetan itu.

Dilansir dari Wow.com seperti ini hikman di balik kemacetan.

1. Tidak akan ada yang kebut-kebutan, sehingga risiko terjadi kecelakaan sangat kecil dan bahkan tidak ada. Coba pikirkan, mana yang sering terjadi kecelakaan, di jalan tol atau di jalan raya yang macet?


2. Jika pun ada yang kecelakaan saat macet, paling hanya jatuh biasa dan tidak mendapat luka berat.

3. Sadar tidak sadar, macet itu melatih kesabaran kamu secara tidak langsung. Jika saat macet kamu suka tidak sabaran, sudah dipastikan, di kehidupan nyata kamu juga tipe orang yang gak sabaran.

4. Selain melatih kesabaran, macet juga melatih otak kamu, khususnya pengguna kendaraan bermotor. Saat macet pengguna sepeda motor ditungtut untuk berpikir bagaimana cara keluar dari kemacetan, seperti mencari jalan alternatif. Tapi jangan salah menggunakan jalan, contohnya menerobos jalur busway.

5. Mesin kendaraan jadi lebih awet karena laju kendaraan relatif lambat. Sementara yang suka kebut-kebutan, mesin cenderung mudah rusak.

Nah itu dia teman teman hikmah kemacetan yg jarang kita ketahui.